Perbedaan TOEFL dan IELTS: Panduan Memilih Tes Tepat

Pernah tidak sih bingung mau ambil TOEFL atau IELTS?
Banyak teman yang cerita, sudah bayar mahal, belajar berbulan-bulan, ternyata universitasnya minta tes yang lain.

Makanya penting banget paham perbedaan TOEFL dan IELTS dari awal. Nanti kamu bisa pilih tes yang cocok sama kebutuhan, universitas tujuan, plus gaya belajarmu sendiri.

Baca Juga : Tips Lulus Tes Toefl Dengan Skor 550+

Apa Sih TOEFL dan IELTS Itu?

TOEFL ini dibuat ETS Amerika. Tesnya full komputer, skornya 0-120 total. Tiap bagian maksimal 30 poin, berlaku dua tahun.

Listening-nya kuliah panjang 25 menit, 28-39 soal pilihan ganda. Reading jurnal ilmiah 40-50 menit. Speaking rekam suara lewat mikrofon 15 menit, ada 4 task. Writing campur integrated sama esai opini selama 25 menit menit. Aksennya Amerika semua.

Biayanya sekitar Rp3,5-4 juta. Tesnya ada di 20+ kota kayak Surabaya, Jakarta, Bandung. IELTS di bikin British Council, IDP, sama Cambridge. Skornya band 0-9, rata-rata dari 4 skill. Bisa pilih paper atau komputer, tapi speaking nya wajib ketemu examiner 10-15 menit.

Baca Juga : Latihan Soal Test TOEFL ITP dan Pembahasan untuk Skor 550+

Perbedaan TOEFL dan IELTS Format Ujian

Listening:

  • TOEFL kasih audio kuliah panjang 5-6 menit, sekali putar. Semua multiple choice.
  • IELTS lebih santai, 4 rekaman pendek soal ngobrol santai atau ringan , kehidupan kampus. Soalnya macam gap-fill, matching.

Reading:

  • TOEFL Terdiri dari 2–4 passage panjang berbasis jurnal, dengan semua soal berbentuk pilihan ganda dan durasi. 40-50 menit.
  • IELTS Terdiri dari 3 passage nonfiksi dengan durasi 60 menit, serta variasi soal seperti True/False/Not Given, summary.

Perbedaan TOEFL dan IELTS Speaking & Writing

Speaking

  • TOEFL Tes speaking dilakukan dengan merekam suara melalui mikrofon selama sekitar 15 menit, terdiri dari 4 task berbentuk respons audio, sehingga relatif lebih nyaman untuk pemula.
  • IELTS Tes speaking dilakukan secara langsung dengan examiner selama 10–15 menit, mencakup Part 1 (perkenalan), Part 2 (cue card/monolog ±2 menit), dan Part 3 diskusi mendalam, di mana fluency serta pengucapan dinilai secara real time. 

Writing 

  • TOEFL Pada Task 1 integrated, peserta membaca teks, mendengarkan audio, lalu merangkumnya dalam 150–225 kata. Task 2 berupa esai opini dengan panjang minimal 300 kata. 
  • IELTS Pada Task 1, peserta diminta mendeskripsikan grafik atau proses dalam sekitar 150 kata. Task 2 berupa esai diskusi dengan panjang sekitar 250 kata.

Cara Pilih yang Cocok Buatmu

Untuk studi AS/Kanada jurusan engineering/IT, TOEFL unggul berkat format akademik multiple choice yang familiar. Studi UK/Australia atau migrasi kerja, IELTS lebih direkomendasikan karena speaking realistis dengan multi-aksen. Bagi professional career, IELTS General Training lebih praktis untuk daily conversation dibanding TOEFL akademik murni.

TOEFL dan IELTS Sesuai Tujuanmu

Mau kuliah engineering/IT di Amerika? TOEFL lebih pas, formatnya akademik banget. Ke Inggris/Australia atau mau migrasi kerja. IELTS speaking-nya realistis. Buat karir profesional, IELTS General Training lebih praktis buat conversation harian.

Perbedaan TOEFL dan IELTS ada di akademik komputer vs realistis tatap muka. TOEFL cocok untuk studi di Amerika dengan sistem yang lebih terstruktur.

Masih bingung pilih TOEFL atau IELTS?
Jangan asal ambil tes, pilih yang paling sesuai, biar peluangmu makin besar Bareng Titik Nol Medan, kamu bisa belajar lebih terarah, dapet strategi efektif, dan siap tembus skor impian Yuk mulai sekarang!

Join kelasnya dan upgrade skill English kamu dari nol sampai jago.

Scroll to Top