
Hai TNers! Sekilas, semua cerita bahasa Inggris terlihat sama saja. Padahal, jenis-jenis narrative text dalam bahasa Inggris ada 11, mulai dari folktale, fairy tale, fable, legend, dan myth yang sering muncul di sekolah, sampai genre populer seperti mystery, science fiction, romance, horror, adventure, dan personal narrative. Semuanya menceritakan rangkaian peristiwa untuk menghibur pembaca, tapi ciri dan gayanya berbeda-beda. Nah, di artikel ini Minol bahas satu per satu, lengkap dengan ciri dan contoh ceritanya.
Baca Juga: Tujuan Narrative Text dalam Bahasa Inggris beserta Struktur dan Contohnya
Apa Saja Jenis-Jenis Narrative Text dalam Bahasa Inggris?
Daftar jenis narrative text memang berbeda-beda antarsumber. Sindonews, misalnya, menyebut 11 jenis narrative text: fairy tale, folktale, legend, myth, science fiction, romance, horror, fable, history, slice of life, dan personal experience. Sembilan di antaranya sama dengan daftar di artikel ini, dan hanya berbeda pada history serta slice of life yang menggantikan mystery dan adventure.
Karena itu, Minol kelompokkan jadi dua yakni lima jenis klasik yang sering dipelajari di sekolah, dan genre populer yang biasa kita temui di novel dan film.
| Jenis | Ciri Utama | Contoh |
|---|---|---|
| Folktale (Cerita Rakyat) | Cerita turun-temurun, pengarang biasanya anonim | Si Kancil |
| Fairy tale (Dongeng) | Ada unsur keajaiban, tokoh seperti peri dan kurcaci | Cinderella |
| Fable (Cerita Binatang) | Tokoh hewan yang bersikap seperti manusia, ada pesan moral | The Lion and the Mouse |
| Legend (Legenda) | Kisah masa lalu yang kebenarannya belum pasti | The Legend of Lake Toba |
| Myth (Mitos) | Berkaitan dengan dewa, makhluk supernatural, dan keyakinan masyarakat | Pandora |
| Mystery | Penuh teka-teki yang harus dipecahkan | Sherlock Holmes |
| Science fiction | Berlatar sains, teknologi, dan masa depan | The Time Machine |
| Romance | Berpusat pada kisah cinta dan perasaan tokoh | Pride and Prejudice |
| Horror | Suasana mencekam dan menakutkan | Dracula |
| Adventure | Perjalanan tokoh menjelajahi tempat baru | Treasure Island |
| Personal narrative | Pengalaman pribadi yang diceritakan dengan struktur cerita | Cerita pengalaman liburan pertamamu |
Jenis Narrative Text yang Umum Dipelajari di Sekolah
Sumber pelajaran biasanya memakai daftar yang lebih ringkas. Daftar jenis narrative text versi detikEdu hanya menyebut fable, myth, legend, fairy tale, science fiction, dan short story. Empat jenis klasik di sana kita bahas di bawah, ditambah folktale yang sering dipakai sebagai istilah luas, jadi bisa beririsan dengan keempatnya.
1. Folktale (Cerita Rakyat)
Folktale adalah cerita yang diwariskan turun-temurun dalam suatu masyarakat, awalnya lewat tuturan lisan, dan biasanya tidak diketahui siapa pengarangnya. Karena disampaikan dari mulut ke mulut, ceritanya bisa sedikit berbeda di tiap daerah dan sering mencerminkan budaya serta nilai setempat. Tokohnya sering orang biasa atau hewan, dengan alur yang sederhana. Contohnya Si Kancil, hewan kecil yang selalu lolos dari bahaya berkat kecerdikannya.
Kalimat khas: Long ago, in a small village, there lived a kind old farmer. (Dahulu kala, di sebuah desa kecil, hiduplah seorang petani tua yang baik hati.)
2. Fairy Tale (Dongeng)
Fairy tale adalah cerita yang memuat unsur keajaiban, seperti tokoh peri, raksasa, dan kurcaci, dan sering berakhir bahagia. Biasanya ada tokoh baik yang berhadapan dengan tokoh jahat, dibantu benda atau kekuatan ajaib seperti tongkat sihir. Dalam Cinderella, gadis yang diperlakukan seperti pembantu bisa datang ke pesta istana berkat ibu peri. Dalam Snow White, ibu tiri yang iri meracuni sang putri. Cerita Cinderella lengkap dengan terjemahannya ada di contoh narrative text bahasa Inggris.
Kalimat khas: The fairy waved her magic wand, and everything changed. (Peri itu mengayunkan tongkat sihirnya, dan semuanya berubah.)
3. Fable (Cerita Binatang)
Fable adalah cerita dengan tokoh hewan yang bersikap seperti manusia dan biasanya mengandung pesan moral. Ceritanya pendek, dengan satu masalah dan satu pelajaran yang kadang ditulis jelas di akhir. Dalam The Lion and the Mouse, singa melepaskan tikus kecil yang ia tangkap, dan kelak tikus itu menolongnya keluar dari jaring pemburu. Dalam The Tortoise and the Hare, kura-kura yang lambat tapi tidak berhenti mengalahkan kelinci yang sombong. Keduanya fabel Aesop.
Kalimat khas: The moral of the story is that kindness is never wasted. (Pesan moral dari cerita ini adalah bahwa kebaikan tidak pernah sia-sia.)
4. Legend (Legenda)
Legend adalah kisah dari masa lalu yang kebenarannya belum pasti. Biasanya tentang orang atau peristiwa terkenal, termasuk bagaimana sebuah tempat terbentuk. Karena sering terikat pada lokasi nyata, legenda dipakai untuk menjelaskan asal-usul gunung, danau, atau candi. Dalam The Legend of Lake Toba, banjir besar membentuk Danau Toba setelah seorang pria melanggar janjinya. Contoh lain: Sangkuriang (Tangkuban Perahu), Malin Kundang, dan Putri Hijau dari Medan yang berkaitan dengan Meriam Puntung. Versi bahasa Inggrisnya ada di artikel contoh narrative text.
Kalimat khas: According to the legend, the lake was created by a great flood. (Menurut legenda, danau itu tercipta oleh banjir besar.)
5. Myth (Mitos)
Myth adalah kisah kuno yang berkaitan dengan dewa-dewi, makhluk supernatural, atau keyakinan suatu masyarakat, dan sering dipakai untuk menjelaskan asal-usul dunia atau fenomena alam. Bedanya dengan legend, mitos lebih berpusat pada dewa dan hal supernatural, bukan pada orang atau peristiwa terkenal. Dalam mitologi Yunani, Pandora membuka sebuah guci sehingga segala keburukan keluar ke dunia, dan hanya harapan yang tertinggal. Prometheus mencuri api dari para dewa untuk manusia.
Kalimat khas: The gods were angry, so they sent a great storm to the earth. (Para dewa marah, jadi mereka mengirim badai besar ke bumi.)
Genre Narrative Text Populer Lainnya
Selain lima jenis klasik tadi, narrative text juga hadir dalam genre fiksi populer. Genre ini bukan daftar baku di buku sekolah, tapi sangat berguna untuk melatih membaca dan menulis cerita.
6. Mystery
Mystery adalah cerita penuh teka-teki, di mana tokohnya, sering seorang detektif, berusaha memecahkan sebuah misteri. Alurnya bergerak dari kejadian aneh, pencarian petunjuk, sampai jawabannya terungkap, jadi pembaca diajak ikut menebak. Kosakata seperti clue, suspect, dan detective sering muncul. Contohnya kisah Sherlock Holmes, detektif yang memecahkan kasus lewat pengamatan dan deduksi, ditemani Dr. Watson. Genre ini cocok untuk melatih membaca teliti, karena petunjuknya tersebar di banyak kalimat.
Kalimat khas: Nobody knew who had taken the key. (Tidak ada yang tahu siapa yang mengambil kunci itu.)
7. Science Fiction (Fiksi Ilmiah)
Science fiction adalah cerita yang memuat porsi sains cukup besar sebagai latar atau alur, seperti teknologi dan dunia masa depan. Ceritanya sering membayangkan hal yang belum ada di dunia nyata, misalnya perjalanan waktu atau kehidupan di luar angkasa, dengan kosakata seperti spaceship, robot, laboratory, dan time travel. The Time Machine karya H.G. Wells bercerita tentang seorang ilmuwan yang membuat mesin waktu dan bepergian jauh ke masa depan.
Kalimat khas: The scientist pressed the button, and the machine began to hum. (Ilmuwan itu menekan tombol, dan mesin itu mulai berdengung.)
8. Romance
Romance adalah cerita yang berpusat pada hubungan dan perasaan cinta antartokoh. Alurnya biasanya berisi pertemuan, hambatan, lalu bagaimana perasaan tokoh berkembang, dengan kosakata emosi seperti fall in love, heart, dan miss. Dalam Pride and Prejudice karya Jane Austen, Elizabeth Bennet dan Mr. Darcy awalnya salah paham satu sama lain karena sifat angkuh dan prasangka, lalu perlahan mengubah pandangan mereka. Genre ini kaya ungkapan perasaan, jadi cocok untuk belajar mengekspresikan emosi dalam bahasa Inggris.
Kalimat khas: She smiled shyly when he held the door open for her. (Ia tersenyum malu-malu ketika pria itu menahan pintu untuknya.)
9. Horror
Horror adalah cerita yang sengaja dibuat menegangkan dan menakutkan. Suasana dibangun lewat latar gelap, bunyi-bunyi aneh, dan kata sifat seperti creepy, dark, dan terrifying, jadi genre ini bagus untuk melatih kosakata deskripsi suasana. Dracula karya Bram Stoker bercerita tentang Count Dracula, vampir dari Transylvania yang berusaha pindah ke Inggris, dan sekelompok orang yang berusaha menghentikannya. Rasa takutnya biasanya dibangun pelan-pelan, bukan lewat satu kejadian saja.
Kalimat khas: The door creaked open, and the house fell silent. (Pintu itu berderit terbuka, dan rumah itu mendadak sunyi.)
10. Adventure
Adventure adalah cerita tentang perjalanan tokoh yang menjelajahi tempat baru dan menghadapi berbagai tantangan. Alurnya bergerak cepat dan banyak memakai kata kerja aksi seperti climb, run, sail, dan escape. Dalam Treasure Island karya Robert Louis Stevenson, Jim Hawkins menemukan peta harta karun lalu berlayar ke sebuah pulau, dan di sana ia harus berhadapan dengan para bajak laut, termasuk Long John Silver.
Kalimat khas: They climbed the hill and finally saw the island. (Mereka mendaki bukit itu dan akhirnya melihat pulau tersebut.)
11. Personal Narrative (Pengalaman Pribadi)
Personal narrative adalah cerita tentang pengalaman nyata penulisnya, disusun dengan struktur cerita dari pengenalan sampai penyelesaian. Biasanya ditulis dari sudut pandang orang pertama (I) dengan past tense, dan kekuatannya ada pada detail serta perasaan penulis. Tetap ada konflik kecil, misalnya tersesat, gugup, atau melakukan kesalahan lucu, lalu diakhiri dengan pelajaran. Topiknya bisa tentang liburan pertama, hari pertama di sekolah baru, atau pengalaman pertama naik pesawat.
Kalimat khas: I still remember my first day at a new school. (Saya masih ingat hari pertama saya di sekolah baru.)
Catatan: karena narrative text bisa berupa cerita nyata maupun fiktif, pengalaman pribadi tetap bisa masuk. Meski begitu, di sekolah pengalaman pribadi sering dibahas sebagai recount text. Bedanya, personal narrative punya konflik dan penyelesaian layaknya cerita, sedangkan recount hanya menceritakan urutan kejadian.
Baca Juga: 10 Contoh Narrative Text dalam Bahasa Inggris dan Terjemahannya

Narrative text terdiri dari 11 jenis yang terbagi menjadi kategori klasik dan genre populer. Jenis klasik mencakup folktale, fairy tale, fable, legend, dan myth yang berfokus pada tradisi hingga keajaiban. Sementara genre populer meliputi mystery, science fiction, romance, horror, adventure, dan personal narrative. Meskipun memiliki ciri khas masing-masing, semua bertujuan untuk menghibur pembaca.
Ingin makin jago bercerita dan mengekspresikan ide dalam berbagai genre bahasa Inggris tanpa rasa ragu? Saatnya melangkah ke interaksi nyata bersama Program Kursus General English Offline dari Titik Nol English Course Medan. Lewat suasana belajar aktif dan komunikatif ala Kampung Inggris Pare yang dipandu oleh tutor berpengalaman, kamu bisa melatih speaking dan storytelling secara interaktif tanpa takut salah. Opsi belajarnya pun fleksibel dengan sistem camp maupun non-camp.
Yuk, waktunya buat gaya bicaramu makin hidup dan penuh percaya diri bersama Titik Nol English Course Medan!
F.A.Q Seputar Jenis-Jenis Narrative Text
Jenis narrative text yang paling umum dipelajari di sekolah adalah folktale, fairy tale, fable, legend, dan myth. Selain itu, ada genre populer seperti mystery, science fiction, romance, horror, adventure, dan personal narrative.
Legend adalah kisah masa lalu tentang orang atau peristiwa terkenal, biasanya soal asal-usul suatu tempat, seperti The Legend of Lake Toba. Myth berkaitan dengan dewa-dewi, makhluk supernatural, dan keyakinan masyarakat. Keduanya sama-sama belum pasti kebenarannya.
Fable memakai tokoh hewan yang bersikap seperti manusia dan biasanya berisi pesan moral. Fairy tale memuat unsur keajaiban dengan tokoh seperti peri, raksasa, atau kurcaci. Jadi, umumnya yang membedakan adalah tokohnya.
Folktale adalah istilah luas untuk cerita lisan yang diwariskan turun-temurun, sedangkan fairy tale adalah jenis cerita dengan unsur keajaiban. Fairy tale bisa dianggap bagian dari folktale, jadi keduanya beririsan.
Fable biasanya cocok untuk pemula karena ceritanya pendek dan pesan moralnya jelas. Setelah terbiasa, kamu bisa lanjut ke fairy tale, legend, lalu genre lain yang kamu suka.


