7 Strategi TOEFL Listening Part A (Short Conversation) & Triknya

Strategi TOEFL Listening Part A untuk memahami percakapan pendek dan memilih jawaban yang tepat.

Halo TNers! Strategi TOEFL Listening Part A meliputi fokus pada pembicara kedua, mengenali sinonim, membedakan bunyi mirip, memahami kalimat negatif, menangkap persetujuan dan saran, memanfaatkan jeda, serta mengenali kalimat pasif dan pengandaian. Namun, banyak peserta masih terkecoh karena mencocokkan kata tanpa memahami maksud percakapan. Nah, Minol akan membahas tujuh strategi beserta contoh penerapannya agar TNers lebih tepat menjawab soal.

Baca Juga: 10 Tips Listening TOEFL ITP agar Lebih Jeli Memilih Jawaban

Strategi Efektif Menjawab TOEFL Listening Part A

TOEFL Listening Part A menguji kemampuan memahami percakapan pendek antara dua orang. Peserta perlu menangkap maksud pembicara, bukan sekadar mengingat kata yang terdengar. Pilihan jawaban juga sering menggunakan sinonim atau susunan kalimat berbeda dari audio. Karena itu, strategi TOEFL Listening Part A perlu diterapkan dengan memahami konteks percakapan secara menyeluruh.

1. Fokus pada Respons Pembicara Kedua

Dalam Listening Part A, jawaban seringkali berkaitan dengan informasi yang disampaikan pembicara kedua. Karena itu, TNers bisa mencoba mengulang ucapannya dalam hati agar lebih mudah mengingat informasi penting saat menjawab pertanyaan. Menurut IELC Indonesia, strategi ini membantu peserta mengingat respons pembicara kedua. Selain itu, perhatikan kata kunci dalam percakapan karena maknanya bisa muncul kembali dalam pilihan jawaban menggunakan sinonim.

Contohnya:

Man: “I rang the bell, but no one answered.”

Jika ditanya apa yang kemungkinan terjadi, jawaban yang tepat adalah rumah tersebut mungkin kosong. Kesimpulan ini diambil dari informasi bahwa tidak ada orang yang menjawab bel, bukan sekadar mencocokkan kata dalam percakapan. Dengan menerapkan strategi TOEFL Listening Part A ini, TNers dapat lebih fokus menangkap informasi penting dan menghubungkannya dengan pilihan jawaban yang sesuai.

2. Kenali Sinonim dan Restatement

Pilihan jawaban tidak selalu menggunakan kata yang sama dengan audio. Informasi yang disampaikan pembicara dapat ditulis ulang menggunakan sinonim atau susunan kalimat berbeda. Pola ini dikenal sebagai restatement. Materi persiapan TOEFL dari Kemdiktisaintek dapat menjadi rujukan untuk mempelajari bentuk soal dan cara memahami informasi dalam bahasa Inggris. 

Perhatikan contoh berikut: 

Audio: “I had to wait in line for almost an hour.”

Makna yang sesuai adalah seseorang harus mengantri cukup lama. Pilihan jawaban mungkin menyatakannya sebagai “She spent a long time waiting”, bukan mengulang kata “wait in line”. Hal serupa berlaku ketika pembicara mengatakan “The task was difficult”, sedangkan pilihan jawaban menyebut “It was not easy”.

Keduanya menyampaikan makna yang sepadan. Jadi, strategi TOEFL Listening Part A bukan sekadar mencocokkan kosakata. TNers perlu mengenali hubungan makna agar tidak terjebak pada pilihan yang menggunakan kata serupa, tetapi maksudnya berbeda.

3. Waspadai Kata yang Bunyi Pelafalannya Mirip

Beberapa kata dalam bahasa Inggris memiliki pelafalan yang mirip, tetapi arti dan penggunaannya berbeda. Jika hanya mengandalkan bunyi, peserta bisa salah memahami informasi dalam percakapan. Modul TOEFL dari Universitas Negeri Padang dapat digunakan untuk mempelajari materi persiapan TOEFL, termasuk pemahaman bahasa Inggris yang diperlukan saat menghadapi soal.

Contohnya, kata department berarti departemen atau bagian dalam organisasi, sedangkan apartment berarti apartemen atau tempat tinggal. Bunyi keduanya dapat terdengar mirip bagi peserta yang belum terbiasa dengan pelafalan bahasa Inggris.

Untuk menghindari kesalahan, perhatikan konteks kalimat, topik percakapan, dan kata-kata di sekitarnya. Jika pembicaraan berkaitan dengan tempat tinggal, apartment mungkin lebih sesuai. Sebaliknya, jika konteksnya tentang organisasi atau pekerjaan, department dapat menjadi pilihan yang tepat.

4. Pahami Kalimat Negatif dan Negasi Ganda

Kalimat negatif dapat mengubah makna pernyataan secara signifikan. Kata seperti not, never, dan neither perlu diperhatikan karena bisa menentukan apakah pembicara menyetujui atau menolak suatu pernyataan.

Contoh:

Man: “I didn’t enjoy the movie.”

Woman: “Neither did I.”

Perempuan tersebut juga tidak menikmati film itu. Frasa “Neither did I” menunjukkan kesamaan pengalaman negatif, bukan berarti ia menyukai film tersebut. Contoh lainnya adalah “It is not uncommon,” yang bermakna sesuatu bukanlah hal yang jarang terjadi atau cukup umum. Sementara itu, “The test wasn’t easy” hanya menyatakan bahwa tes tersebut tidak mudah, bukan otomatis berarti tes itu sangat sulit.

Dalam strategi TOEFL Listening Part A, TNers perlu memperhatikan kata negatif sekaligus struktur kalimatnya. Jangan terburu-buru memilih jawaban sebelum memastikan apakah pernyataan tersebut menunjukkan penolakan, kesamaan pendapat, atau makna lain.

5. Kenali Ungkapan Persetujuan dan Saran

Percakapan pendek sering menguji pemahaman terhadap ungkapan persetujuan maupun saran. Beberapa ekspresi yang perlu dikenali antara lain Me too, So do I, dan I’ll say! untuk menunjukkan persetujuan sesuai konteks. Sementara itu, saran dapat disampaikan melalui ungkapan seperti Why don’t you …?, Why not …?, dan Let’s …. Bentuk kalimat tersebut tidak selalu dimaksudkan sebagai pertanyaan yang membutuhkan jawaban langsung, tetapi dapat berfungsi untuk menyarankan tindakan.

Contohnya:

Man: “I can’t finish this paper tonight.”

Woman: “Why not start earlier tomorrow?”

Respons perempuan tersebut menyarankan agar laki-laki itu mulai lebih awal keesokan harinya. Jika pertanyaannya menanyakan saran yang diberikan, pilih jawaban yang sesuai dengan maksud tersebut. 

Telkom University membahas trik menjawab soal Listening TOEFL, termasuk pentingnya memahami maksud percakapan. Dengan mengenali fungsi ungkapan, TNers dapat menentukan apakah pembicara sedang menyetujui, menolak, atau memberikan saran.

6. Manfaatkan Jeda untuk Membaca Pilihan Jawaban

Jika format tes memberikan jeda sebelum percakapan berikutnya, gunakan waktu tersebut untuk melihat pilihan jawaban. Tujuannya bukan menghafal seluruh pilihan, melainkan menemukan perbedaan informasi yang dapat membantu TNers memperkirakan hal yang perlu diperhatikan saat mendengarkan. 

Misalnya, pilihan jawaban berbeda pada tempat, waktu, alasan, atau tindakan yang dilakukan seseorang. Perbedaan itu bisa memberi gambaran mengenai informasi yang kemungkinan ditanyakan.

Namun, durasi jeda tidak selalu sama pada setiap format latihan atau tes. Karena itu, jangan mengandalkan jumlah detik tertentu sebagai aturan universal. Ikuti petunjuk audio dan gunakan waktu yang benar-benar tersedia. Strategi TOEFL Listening Part A ini membantu TNers mendengarkan dengan lebih terarah. Setelah audio dimulai, tetap fokus pada percakapan karena perkiraan dari pilihan jawaban belum tentu sesuai dengan pertanyaan yang muncul.

7. Kenali Kalimat Pasif, Wish, dan Pengandaian

Struktur kalimat juga dapat memengaruhi pemahaman percakapan. TNers perlu mengenali kalimat pasif serta ungkapan wish dan pengandaian agar tidak salah menangkap hubungan antara tindakan, pelaku, dan situasi.

Contoh kalimat aktif:

The professor corrected the essay.

Kalimat tersebut dapat diubah menjadi bentuk pasif:

The essay was corrected by the professor.

Keduanya menyampaikan informasi yang sama, tetapi menempatkan fokus pada bagian berbeda. Jika pilihan jawaban menggunakan bentuk pasif, TNers perlu memastikan bahwa maknanya tetap sesuai dengan audio.

Contoh lainnya:

I wish I had studied harder for the exam.

Kalimat tersebut menunjukkan penyesalan mengenai tindakan pada masa lalu. Namun, kalimat itu saja tidak membuktikan bahwa orang tersebut gagal dalam ujian. Karena itu, strategi TOEFL Listening Part A yang terakhir ini perlu diterapkan dengan memperhatikan struktur tata bahasa sekaligus konteks. Jangan menyimpulkan informasi yang tidak benar-benar disampaikan oleh pembicara.

Baca Juga: 5 Kesalahan Fatal saat Listening TOEFL dan Cara Menghindarinya

CTA Banner - Program Kursus Bahasa Inggris Offline Medan

Menguasai strategi TOEFL Listening Part A membutuhkan kemampuan memahami respons pembicara kedua, mengenali sinonim, membedakan bunyi mirip, serta memahami kalimat negatif, persetujuan, dan saran. TNers juga perlu memanfaatkan jeda dan mengenali struktur pasif serta pengandaian. Dengan memahami pola tersebut, TNers dapat menghindari pilihan pengecoh dan menjawab soal dengan lebih tepat.

Namun, menguasai strategi TOEFL Listening Part A juga membutuhkan pembiasaan mendengarkan percakapan bahasa Inggris secara rutin. Melalui Program Kursus TOEFL Offline dari Titik Nol English Course Medan, TNers bisa belajar dengan metode ala Kampung Inggris Pare, kurikulum terintegrasi, dan tutor bersertifikat Internasional. Tersedia pilihan kelas selama 2 minggu atau 1 bulan, jadwal siang atau malam, serta opsi camp atau tanpa camp sesuai kebutuhan. 

Yuk, kuasai TOEFL Listening Part A bersama Titik Nol English Course Medan! 

F.A.Q Seputar Strategi TOEFL Listening Part A

TOEFL ITP Level 1 Part A terdiri dari 30 percakapan pendek, dengan satu pertanyaan untuk setiap percakapan. Bagian ini termasuk dalam Listening Comprehension yang secara keseluruhan memiliki 50 soal dan waktu pengerjaan 35 menit.

Tidak. Dalam format TOEFL ITP yang dijelaskan pada panduan resmi, percakapan dan pertanyaan tidak diputar ulang. Karena itu, TNers perlu berkonsentrasi sejak awal dan menangkap maksud percakapan saat audio diputar.

Respons pembicara kedua sering menjadi petunjuk utama untuk menemukan jawaban, tetapi bukan berarti kalimat pertama boleh diabaikan. Pahami konteks kedua kalimat agar tidak salah menafsirkan maksud percakapan.

Jangan langsung panik atau berhenti memperhatikan audio. Cobalah memahami maksud pembicara melalui konteks kalimat, ungkapan yang digunakan, dan hubungan antara kedua respons.

Sebaiknya tetap pilih jawaban yang paling masuk akal daripada membiarkan soal kosong. Materi persiapan TOEFL menyebutkan bahwa format tes tersebut tidak memberikan pengurangan skor hanya karena jawaban salah, sehingga menebak tetap lebih baik daripada tidak menjawab.

Scroll to Top