
Hai TNers! Pernah gak kamu mendapatkan nilai yang kurang bagus saat mengerjakan bahasa Inggris, terutama soal verb? Nah, auxiliary verb adalah salah satu contoh yang menjadi tantangan saat mengerjakan soal bahasa Inggris.Kalau kamu ingin membuat kalimat bahasa Inggris yang rapi dan benar, paham auxiliary verb itu wajib banget lho. Yuk, kita bahas pelan-pelan biar gampang dicerna.
Jadi gini, auxiliary verb itu bisa dibilang kayak “pelengkap” buat kata kerja utama dalam sebuah kalimat. Tugas utamanya adalah ngebantu dan melengkapi kata kerja utama, biar maknanya jadi lebih jelas dan gampang dipahami.
Karena fungsinya cuma bantuin, kata ini nggak bisa berdiri sendirian tanpa kata kerja utama. Biasanya mereka dipakai buat nunjukin hal-hal penting kayak tense (waktu), aspek, modal, atau sekadar kasih penekanan dalam kalimat.
Posisinya pun khas banget, biasanya muncul sebelum kata kerja utama. Jadi, kalau di kalimat kamu lihat ada dua kata kerja berurutan, besar kemungkinan yang pertama itu auxiliary dan yang kedua kata kerja utamanya.
Secara umum, kata ini ada empat jenis utama: do, be, have, dan modals. Masing-masing punya fungsi sendiri-sendiri, tapi semuanya sama-sama penting biar kalimat kamu nggak terdengar janggal.
Kalau secara umum, kata pembantu ini punya empat jenis, tapi kalau secara spesifik digolongkan ke dalam dua jenis, yaitu Primary Auxiliary Verb, Modal Auxiliary Verb dan Emphatic Auxiliary. Untuk lebih lengkapnya, yuk pelajari satu per satu.
Ini adalah kata kerja bantu “utama” yang sering banget dipakai, yaitu be (am, is, are, was, were), have (have, has, had), dan do (do, does, did).
Mereka biasanya dipakai buat bentuk tense, aspek, dan kalimat pasif.
Contoh: “She is singing”
Dalam kalimat di atas, “is” bantuin kata kerja utama “singing” buat nunjukin present continuous tense.
Kalau jenis ini digunakan untuk memberi makna tambahan. Misalnya, kemampuan, izin, keharusan, atau kemungkinan. Contohnya can, could, may, might, must, shall, should, will, would, ought to.
Misal: “He must study”
Pada kalimat tersebut, must menunjukkan dia “harus” belajar.
Terakhir ada emphatic auxiliary, biasanya pakai “do” buat menegaskan kalimat positif.
Contoh: “I do want to go”
Dalam kalimat tersebut, “do” dipakai buat “menekankan” kalau dia benar-benar ingin pergi.
Singkatnya, auxiliary itu kata kerja bantu yang bikin kalimat jadi lebih jelas dan hidup.
Ada yang bantu bikin tense (primary), ada yang kasih makna tambahan (modal), dan ada yang buat penekanan (emphatic). Kenal tiga jenis ini dulu, nanti grammar kamu bakal jauh lebih rapi.
Dalam pembahasan sebelumnya, sudah disebutkan kalau kata bantu ini ada 3 macam. Nah Biar gak bingung, yuk kenalan sama beberapa fungsi utama kata ini dalam kalimat bahasa Inggris:
Pertama, auxiliary verb ini jadi kunci buat bikin bentuk waktu (tenses). Mereka dipakai bareng kata kerja utama buat nunjukin kapan suatu tindakan terjadi.
Misalnya:
Tanpa adanya auxiliary “is”, waktu dalam kalimat tersebut jadi tidak jelas.
Pada kalimat di atas, have berfungsi sebagai penjelas dalam kalimat present perfect, yang menunjukkan pekerjaan baru selesai.
Selain itu, kata bantu ini juga dipakai buat bikin pertanyaan. Nah, Caranya dengan mereka ditaruh di depan subjek atau biasa disebut dengan inversi. Contoh:
Dengan begitu, kalimatnya langsung berubah jadi bentuk tanya. Pola ini penting banget dipahami karena tanpa auxiliary verb, kalimat pertanyaan bisa terdengar janggal atau malah nggak dipahami lawan bicara. Dengan menaruh auxiliary di depan subjek, struktur kalimat jadi lebih rapi dan mudah dimengerti, apalagi saat ngobrol atau nulis dalam situasi formal.
Fungsi ketiga dari kata bantu ini yaitu untuk membentuk kalimat negatif. Kalau kamu mau bikin kalimat negatif, tinggal tambahkan “not” setelah auxiliary verb”. Contohnya:
(Dia perempuan nggak suka teh)
( Mereka tidak siap)
Dalam contoh kalimat kedua, bentuk kalimat positif nya adalah “They are ready” tetapi karena ditambahkan not setelah auxiliary, kalimatnya berubah jadi “ They are not ready”
Kadang kita pengin nunjukin kalau kita benar-benar maksud banget sama apa yang kita bilang. Nah, di sini auxiliary verb, terutama do, bisa bantu kasih penegasan.
Misalnya:
“I do want to help you”
Dalam contoh kalimat di atas, kata do bikin pernyataannya terasa lebih kuat. Yang awalnya hanya “ aku pengen bantu kamu”, tapi karena ditambah do jadinya aku beneran pengen bantu kamu.”
Auxiliary verb juga punya peran penting dalam membuat kalimat pasif (passive voice) Biasanya yang dipakai adalah be. Anggotanya be yaitu am, is, are, was, were.
Contohnya:
“The book was written by a famous author”
Strukturnya kalimat di atas yakni: be + past participle.
Kalimat pasif kayak gini biasanya dipakai kalau kita lebih mau menyorot tindakan atau hasilnya, bukan siapa yang melakukannya. Makanya, bentuk pasif sering banget dipakai dalam tulisan formal, berita, atau laporan biar kalimat terdengar lebih netral dan objektif.
Lalu ada juga yang disebut modal auxiliary verbs, yaitu can, may, must, will, should, dan lain-lain. Mereka dipakai buat ngasih tahu kemampuan, izin, kewajiban, prediksi, atau kemungkinan.
Contoh:
(Kamu harus belajar)
(Dia perempuan bisa berenang)
Kalau kamu jawab pertanyaan atau bikin pertanyaan tambahan, auxiliary verb juga punya fungsi buat jawaban singkat dan tag question.
Contoh:
Jadi, kalimat jawaban kamu terasa lebih ringkas tapi tetap jelas dan mudah dipahami oleh lawan bicara kamu.
Terakhir, auxiliary verb juga sering dipakai dalam kalimat elliptical, yaitu kalimat yang bagian tertentu dihilangkan karena sudah bisa ditebak dari konteks.
Contohnya:
(bagian akhirnya nggak disebut, tapi maksudnya tetap nyambung)
Nah, bentuk kalimat kayak gini sering dipakai biar obrolan nggak terdengar kaku atau bertele-tele. Karena bagian yang dihilangkan sudah jelas dari konteks, pembicaraan jadi terasa lebih alami dan cepat dipahami oleh lawan bicara.
Jadi, meskipun kata ini cukup kecil, fungsinya banyak banget. Mereka bikin kalimat kamu lebih jelas, terstruktur, dan enak dibaca. Mulai dari bikin tense, kalimat tanya, kalimat negatif, sampai menunjukkan modalitas dan bikin kalimat pasif. Semuanya nggak lepas dari peran si kecil yang super penting ini.
Supaya makin paham, yuk simak dan pelajari satu per satu contoh kalimat berikut:
Primary auxiliary verb itu mencakup be, have, dan do. Tiga kata ini sering banget dipakai buat bikin berbagai bentuk tense atau kalimat pasif.
2. Modal Auxiliary Verbs
Kalau yang ini disebut modal verbs, dan biasanya dipakai buat nunjukin kemampuan, izin, keharusan, atau kemungkinan.
3. Emphatic auxiliary
Nah, kalau emphatic auxiliary biasanya dipakai buat menegaskan maksud kalimat biar terdengar lebih kuat atau meyakinkan.
Contoh-contoh di atas bisa banget kamu pakai buat latihan, biar makin terbiasa melihat dan memakai auxiliary dalam berbagai jenis kalimat.
Dari semua penjelasan tadi, kelihatan banget kalau auxiliary itu bentuknya mungkin sederhana, tapi perannya luar biasa penting. Tanpa mereka, kalimat bahasa Inggris bisa terdengar janggal, gak jelas waktunya, bahkan bikin lawan bicara salah paham.
Belajar tentang auxiliary verb baru satu langkah kecil buat bikin grammar kamu makin solid. Kalau kamu ingin benar-benar jago dan percaya diri ngomong atau menulis bahasa Inggris, yuk gabung ke Program Kursus Bahasa Inggris Offline dari Titik Nol English Course Medan. Di program ini kamu akan belajar materi-materi secara lebih mendalam dan dibimbing oleh tutor berpengalaman. Jadi, no more worries deh!
Yuk, tunggu apa lagi? Ambil programnya sekarang agar kamu bisa cas cis cus ngobrol bahasa Inggris lebih cepat!

Hai! Saya seorang SEO Content Writer yang percaya tulisan bagus itu bukan cuma untuk mesin pencari, tapi juga untuk pembacanya. Selamat membaca!
Chat Admin