7 Strategi Mengatasi Grogi Saat Speaking Bahasa Inggris agar Lebih Percaya Diri

Strategi Mengatasi Grogi Saat Speaking Bahasa Inggris

Hai TNers! Pernah tiba-tiba jantung berdebar, tangan dingin, dan pikiran kosong saat harus berbicara bahasa Inggris? Tenang, kamu tidak sendirian. Rasa gugup saat berbicara dalam bahasa asing sangat umum, dan kabar baiknya, rasa itu bisa dilatih dan dikelola.

Karena itu, Minol akan membahas 7 strategi mengatasi grogi saat speaking bahasa Inggris, mulai dari memahami materi dan berlatih bertahap sampai mengatur napas dan menerima rasa grogi, lengkap dengan contoh kalimat dan latihan sederhana yang bisa langsung kamu coba.

Baca Juga: 7 Cara Melatih Kemampuan Speaking Bahasa Inggris

Apa Itu Grogi saat Speaking dan Mengapa Bisa Terjadi?

Grogi saat speaking adalah reaksi cemas yang muncul ketika kita harus berbicara di depan orang lain, ditandai dengan jantung berdebar, tangan dingin, dan pikiran kosong (blank). Dalam bahasa Inggris, rasa ini biasanya diperkuat oleh rasa takut salah grammar, takut salah pelafalan, dan takut dinilai.

Kamu tidak perlu khawatir karena ini sangat wajar. Alodokter menyebut grogi sebagai reaksi yang wajar saat menghadapi situasi menantang, seperti presentasi atau wawancara kerja. Dalam tes berbicara bahasa Inggris pun, British Council mengingatkan bahwa semua orang bisa merasa gugup, terutama pada tes lisan. Jadi, rasa grogimu bukan tanda kamu tidak mampu. Rasa itu hanya perlu dikelola.

7 Strategi Mengatasi Grogi Saat Speaking Bahasa Inggris

Ketujuh strategi berikut disusun menurut waktunya, yaitu sebelum berbicara, saat berbicara, dan pola pikir, agar mudah dipraktikkan.

WaktuStrategi
Sebelum berbicara1. Pahami materi, 2. Latihan bertahap, 3. Visualisasi keberhasilan
Saat berbicara4. Atur napas, 5. Fokus pada pesan, 6. Bahasa tubuh terbuka
Pola pikir7. Terima rasa grogi sebagai hal normal

1. Pahami Materi, Bukan Menghafal Kata per Kata

Daripada menghafal kata per kata, pahami inti pesan yang ingin kamu sampaikan. Dengan begitu, kalimatmu terdengar lebih natural dan kamu tidak mudah blank saat lupa satu kata. Siapkan beberapa kalimat kunci dan gunakan kerangka sederhana seperti jawaban, alasan, dan contoh.

Misalnya, saat ditanya tentang hobi “I enjoy cooking. It helps me relax after work. For example, I usually try a new recipe every weekend.” Memahami arah pembicaraanmu juga membuat kamu lebih percaya diri. Dalam persiapan tes berbicara, British Council menyarankan agar kamu tidak menghafal jawaban panjang. Lebih baik siapkan idenya saja.

2. Latihan Speaking Secara Bertahap

Mulailah dari yang paling ringan, lalu naik pelan-pelan:

  1. Berbicara sendiri di depan cermin atau merekam suaramu.
  2. Berlatih dengan teman dekat.
  3. Berbicara dalam kelompok kecil.
  4. Tampil di depan lebih banyak orang.

Latihan kecil seperti ini membangun rasa percaya diri secara alami. Semakin sering kamu berlatih, semakin terbiasa kamu menghadapi rasa grogi.

3. Visualisasikan Keberhasilan

Luangkan satu atau dua menit sebelum tampil untuk membayangkan dirimu berbicara dengan lancar, tenang, dan jelas. Bayangkan juga cara menghadapi momen sulit, misalnya lupa kata, lalu kamu menjelaskannya dengan kata lain dan melanjutkan.

Kebiasaan kecil ini membantu membangun pola pikir positif sebelum tampil. British Council juga menyarankan membayangkan dirimu mengucapkan kalimat-kalimat baru, bahkan berlatih mengucapkannya dengan suara keras saat kamu sendirian. Durasi satu atau dua menit adalah saran Minol, bukan patokan baku.

4. Atur Napas Sebelum dan Saat Berbicara

Menarik napas dalam dan pelan sebelum berbicara membantu tubuh lebih tenang. Salah satu contohnya adalah teknik 4-7-8: tarik napas lewat hidung selama 4 hitungan, tahan 7 hitungan, lalu embuskan perlahan lewat mulut selama 8 hitungan. Ulangi beberapa kali.

Alodokter juga menyarankan menarik napas dalam secara perlahan, menahannya sejenak, lalu mengembuskannya perlahan untuk meredakan grogi. Jadi, 4-7-8 hanyalah salah satu pilihan. Yang terpenting adalah napas yang pelan dan teratur.

Jika kamu merasa pusing, kembalilah bernapas normal. Jika kamu memiliki kondisi pernapasan atau kesehatan tertentu, konsultasikan dahulu dengan tenaga kesehatan.

5. Fokus pada Pesan, Bukan Penilaian Orang

Sering kali grogi muncul karena takut dinilai. Cobalah fokus pada pesan yang ingin kamu sampaikan, bukan pada kesalahan kecil. Dalam percakapan sehari-hari, yang terpenting adalah pesanmu tersampaikan. Kalau pikiranmu tiba-tiba terhenti, itu hal yang wajar. British Council menyebut bahwa mengambil waktu sejenak untuk berpikir adalah hal natural, asalkan kamu memberi tahu lawan bicara dengan frasa yang tepat untuk mengulur waktu berpikir. Gunakan frasa penyelamat berikut:

SituasiFrasa penyelamat
Perlu waktu berpikirLet me think about that for a second.
Ingin menjelaskan ulangWhat I mean is… atau Let me put it another way.
Lupa kataPikirkan cara lain untuk mengatakannya, misalnya It’s a place where you can buy fresh vegetables… untuk kata market
Salah ucapSorry, let me say that again.

6. Gunakan Bahasa Tubuh yang Terbuka

Postur tegak, bahu rileks, kontak mata, dan gerakan tangan yang natural membantu kamu merasa lebih siap sekaligus membuat lawan bicara lebih nyaman. Menurut BINUS, postur dan gestur tubuh yang terbuka membantu meningkatkan rasa percaya diri sehingga rasa gugup bisa sedikit berkurang. Bahasa tubuh juga memengaruhi cara orang lain menerima pesanmu. Mulailah dari hal sederhana, seperti berdiri tegak dan tersenyum saat menyapa.

7. Terima Rasa Grogi sebagai Hal Normal

Jangan melawan rasa grogi, terimalah sebagai bagian dari proses. Membuat kesalahan saat berbicara itu wajar, bahkan bagi seorang profesional sekalipun. Halodoc juga menyarankan agar kita menerima bahwa semua orang membuat kesalahan saat berbicara di depan umum. Semakin kamu menerimanya, semakin ringan perasaanmu saat tampil.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Podcast Bantu Tingkatkan Skill Speaking

CTA Banner - Program Kursus Bahasa Inggris Offline Medan

Grogi saat speaking bahasa Inggris adalah hal wajar yang dapat dikelola. Pahami materimu, berlatihlah bertahap, atur napas, dan fokuslah pada pesan yang ingin disampaikan, bukan pada penilaian orang lain. Terimalah rasa gugup sebagai bagian dari proses. Semakin sering berlatih, semakin ringan rasa itu dan semakin percaya diri kamu berbicara di depan siapa pun, termasuk saat memakai bahasa Inggris.

Rasa percaya diri itu dibangun dari kebiasaan, bukan sekadar teori. Yuk, langsung latih keberanian bicaramu di Program Kursus General English Offline dari Titik Nol English Course Medan. Di sini, kamu bisa melatih speaking secara bertahap bersama tutor berpengalaman di lingkungan yang ramah dan bebas takut salah. Pilihan belajarnya pun fleksibel dengan opsi jadwal kelas serta sistem camp maupun non-camp sesuai kebutuhanmu.

Yuk, hempaskan rasa canggungmu dan nikmati serunya ngobrol bahasa Inggris tanpa takut salah bareng Titik Nol English Course Medan.

F.A.Q Seputar Strategi Mengatasi Grogi Saat Speaking Bahasa Inggris

Biasanya karena takut salah grammar atau pelafalan, takut dinilai, dan kurang persiapan. Rasa ini wajar dan dialami banyak orang, jadi yang perlu dilakukan adalah mengelolanya secara bertahap.

TOEFL ITP versi klasik hanya menguji Listening, Structure and Written Expression, dan Reading, tanpa sesi Speaking maupun Writing. Versi digitalnya menyediakan sesi Speaking tambahan yang sifatnya opsional, tergantung kebijakan lembaga penyelenggara.

Siapkan kalimat kunci, gunakan kerangka jawaban, alasan, dan contoh, serta hafalkan beberapa frasa penyelamat seperti Let me think about that for a second.

Tidak wajib. Teknik ini hanyalah salah satu contoh. Yang terpenting adalah napas yang pelan dan teratur sebelum dan saat berbicara.

Tidak ada patokan pasti karena setiap orang berbeda. Latihan rutin dengan target kecil, misalnya berbicara satu menit tentang topik sederhana, biasanya lebih mudah dijalani dan lebih mudah diukur kemajuannya.

Scroll to Top