
Hai TNers! Pernahkah kamu membayangkan bagaimana rasanya melanjutkan studi ke luar negeri? Tentu akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Namun, banyak orang ragu untuk mencobanya karena beranggapan bahwa kuliah di luar negeri membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tenang saja, kali ini Minol akan membagikan daftar 6 beasiswa kuliah luar negeri bergengsi 2026 yang bisa kamu masukkan ke daftar buruan beasiswamu. Mulai dari Jepang, Prancis, Amerika Serikat, Inggris, Australia, hingga Jerman.
Sebagai gambaran singkat, berikut rekomendasinya yaitu MEXT (Jepang), IFA Paris (Prancis), Fulbright (Amerika Serikat), Chevening (Inggris), Australia Awards Scholarship (Australia), dan DAAD (Jerman). Yuk, simak penjelasan lengkapnya satu per satu!
Baca Juga: 7 Cara Jitu Persiapan IELTS untuk Beasiswa Luar Negeri biar Skor Maksimal
Rekomendasi Beasiswa Kuliah Luar Negeri
1. MEXT Scholarship (Jepang)
MEXT Scholarship adalah beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang (Monbukagakusho/MEXT) yang menanggung seluruh biaya studi dan biaya hidup, tanpa ikatan dinas. Sudah ribuan siswa Indonesia melanjutkan studi ke Jepang lewat jalur ini.
Program yang ditawarkan meliputi Research Student (lulusan perguruan tinggi), Undergraduate, College of Technology, dan Professional Training College (lulusan SMA), Japanese Studies, serta Teacher Training untuk guru.
Syarat Beasiswa MEXT S1:
- Lulusan SMA/sederajat jurusan IPA
- Usia maksimal 24 tahun
- Nilai semester 4 dan 5 minimal 80 pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris wajib
- Nilai EJU pada mata pelajaran apapun jadi nilai plus
Syarat Beasiswa MEXT S2 dan S3:
- Usia maksimal 34 tahun
- Lulusan D4/S1/S2, bidang studi sama dengan sebelumnya
- IPK akhir minimal 3,2
- Sertifikat bahasa Inggris/Jepang: TOEFL-PBT/ITP minimal 543, TOEFL iBT minimal 72, IELTS minimal 5,5, TOEIC L&R minimal 785, TOEIC S&W minimal 130, JLPT minimal N2
Cakupan:
- Seluruh biaya kuliah termasuk biaya persiapan
- Tunjangan hidup sekitar ¥117.000/bulan (nominal rupiah mengikuti kurs saat pencairan, jadi cek kurs terbaru saat mendaftar)
- Biaya visa pelajar
- Tanpa ikatan dinas
Status Pendaftaran: Periode pendaftaran MEXT untuk keberangkatan 2027 sudah ditutup sekitar Mei–Juni 2026. Siklus berikutnya (keberangkatan 2028) biasanya dibuka sekitar April tahun depan. Jadi, pantau terus laman resminya agar tidak ketinggalan.
Untuk syarat lengkap, cek langsung di situs resmi Monbukagakusho/MEXT.
2. IFA Paris Scholarship (Prancis)
Untuk kamu yang bercita-cita jadi desainer ternama, International Fashion Academy (IFA) Paris membuka program beasiswa untuk S1 dan S2. Cakupannya berjenjang: Full Scholarship (bebas biaya kuliah 100%), Excellence Scholarship (potongan 40%), dan Distinction Scholarship (potongan 20%).
Program S1:
- Bachelor Fashion Design and Technology
- Bachelor Visual Merchandising
- Bachelor Fashion Marketing
- Bachelor Fashion Sustainability
Syarat S1:
- Lulusan SMA/sederajat, minimal usia 16 tahun
- IELTS minimal 5.5 atau TOEFL minimal 65
- Portofolio wajib untuk jurusan Fashion Design & Technology dan Fashion Sustainability (Design Major)
- Biaya pendaftaran 150 Euro, plus wawancara via Skype atau di universitas
Program S2:
- Master of Arts Contemporary Fashion Design
- MBA Fashion Management (Luxury/Apparel/Media Major)
- MBA Fashion Technology
Syarat S2:
- Lulusan S1 dari jurusan Bisnis, Media, Marketing, Komunikasi, atau Fashion Design
- IELTS minimal 6.5 atau TOEFL minimal 79
- IPK minimal 3,0–3,8 tergantung jenis beasiswa (Full/Excellence/Distinction)
Aturan Penting: Peserta hanya boleh mendaftar untuk satu jenis beasiswa, dan semua dokumen wajib diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah
3. Fulbright Scholarship (Amerika Serikat)
Fulbright adalah beasiswa penuh dari Pemerintah AS yang disalurkan lewat AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation), untuk jenjang S2 (Master’s Degree) dan S3 (Doctoral Degree)
Kriteria Kelayakan:
- WNI dengan rekam akademik sangat baik
- Punya kualitas kepemimpinan dan pengalaman organisasi
- Sertifikat TOEFL dan IELTS
- Bersedia menyelesaikan studi dan penelitian penuh di AS
- Bersedia bekerja minimal 5 tahun sebelum pensiun setelah program selesai
Berkas yang Dibutuhkan:
- Formulir aplikasi + tujuan studi (1 halaman untuk S2/S3, proposal penelitian 3–5 halaman untuk doktor/riset)
- Salinan skor TOEFL ITP dan IELTS terbaru
- 2 surat referensi dari dosen/atasan
- Salinan KTP/paspor dan CV
Cakupan: Dukungan visa, tiket pesawat PP kelas ekonomi, biaya kuliah dan hidup, serta asuransi kecelakaan dan kesehatan.
4. Chevening Scholarship (Inggris)
Chevening adalah beasiswa penuh dari Pemerintah Inggris untuk program S2 (satu tahun) di universitas mana pun di Inggris, terbuka untuk semua bidang studi.
Syarat Utama:
- WNI dan berencana kembali ke Indonesia minimal 2 tahun setelah studi selesai
- Minimal 2 tahun pengalaman kerja (setara 2.800 jam)
- Sudah memiliki gelar S1 yang setara dengan gelar Inggris 2:1
- Mendaftar dan diterima di maksimal 3 program S2 di universitas Inggris
Cakupan: Biaya kuliah penuh, tunjangan hidup bulanan, tiket pesawat PP, serta biaya visa dan kesehatan (IHS)
Status Pendaftaran: Pendaftaran siklus 2026/2027 sedang dibuka sejak 4 Agustus 2026 dan akan ditutup 6 Oktober 2026. Kalau kamu berencana daftar tahun ini, jangan tunda-tunda ya!
5. Australia Awards Scholarship (Australia)
Beasiswa penuh dari Pemerintah Australia untuk jenjang S2 dan S3 di universitas-universitas Australia, dengan kuota khusus untuk Indonesia setiap tahunnya.
Syarat Utama:
- WNI, minimal S1 dengan IPK sesuai ketentuan tahun berjalan
- Skor IELTS akademik minimal 6.0 (tanpa band di bawah 5.5)
- Memilih bidang studi yang termasuk prioritas pembangunan Indonesia-Australia
- Bersedia kembali ke Indonesia setelah studi selesai
Cakupan: Biaya kuliah penuh, tiket pesawat PP, tunjangan hidup bulanan, asuransi kesehatan (OSHC), serta program pelatihan sebelum keberangkatan (Pre-Departure Training).
Status Pendaftaran: Pendaftaran untuk intake 2027 sudah ditutup sejak 30 April 2026. Siklus berikutnya biasanya dibuka sekitar Februari tahun depan. Jadi, siapkan dokumenmu dari sekarang.
6. DAAD Scholarship (Jerman)
DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst) adalah lembaga pertukaran akademik Jerman yang menawarkan berbagai skema beasiswa untuk S2 dan S3, di berbagai bidang termasuk teknik, sains, dan sosial-humaniora.
Syarat umum:
- Lulusan S1/S2 dengan IPK baik (umumnya minimal 3,0)
- Sertifikat Bahasa Inggris (IELTS/TOEFL) atau Bahasa Jerman tergantung program
- Motivation letter dan rencana studi/riset
- Pengalaman kerja relevan (untuk beberapa skema seperti EPOS)
Cakupan: Tunjangan bulanan, asuransi kesehatan, biaya perjalanan, dan pada beberapa skema biaya kuliah (karena banyak universitas negeri Jerman sudah bebas biaya kuliah untuk program tertentu).
Perbandingan Cepat
| Beasiswa | Negara | Jenjang | Cakupan Utama | Syarat Bahasa |
|---|---|---|---|---|
| MEXT | Jepang | S1/S2/S3 | Kuliah + hidup + visa, tanpa ikatan dinas | TOEFL iBT 72 / IELTS 5,5 |
| IFA Paris | Prancis | S1/S2 | 20–100% biaya kuliah | TOEFL 65–79 / IELTS 5,5–6,5 |
| Fulbright | Amerika Serikat | S2/S3 | Kuliah + hidup + tiket + asuransi | TOEFL & IELTS |
| Chevening | Inggris | S2 | Kuliah + hidup + tiket + visa | Setara S1 Inggris 2:1 |
| Australia Awards | Australia | S2/S3 | Kuliah + hidup + tiket + asuransi | IELTS akademik 6.0 |
| DAAD | Jerman | S2/S3 | Tunjangan + asuransi + (kuliah gratis di banyak kampus) | IELTS/TOEFL atau Jerman |
Catatan: Nominal, kuota, dan tenggat waktu tiap beasiswa berubah setiap tahun. TNers harus selalu cek laman resmi masing-masing lembaga sebelum mendaftar.
Baca Juga: 7 Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

Nah, setelah mengetahui beberapa rekomendasi beasiswa kuliah luar negeri di atas, negara mana nih yang ingin kamu tuju? Tapi ingat ya, untuk mengajukan beasiswa luar negeri, tentu kamu memerlukan sertifikasi kemampuan bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTS. Tes ini hanya bisa dilakukan sekali, jadi kamu harus memiliki kesiapan yang matang sebelum melakukan real test.
Kalau TNers masih bingung mulai persiapan TOEFL/IELTS dari mana atau ragu skornya belum cukup untuk lolos beasiswa. Yuk! gabung di Program Offline Fullday & Partial dari Titik Nol English Course Medan. Di sini, pilihan belajarnya fleksibel disesuaikan dengan kebutuhanmu, mulai dari belajar intensif harian hingga fokus pada skill TOEFL atau IELTS yang paling kamu butuhkan. Pembelajaran didampingi tutor berpengalaman dengan strategi jitu taklukkan tes, jadi TNers tak perlu khawatir ketinggalan materi.
Yuk, mulai persiapkan skor TOEFL dan IELTS terbaikmu untuk kejar beasiswa impian bareng Titik Nol English Course Medan!
F.A.Q Seputar Beasiswa Kuliah Luar Negeri
MEXT Scholarship (Jepang) dan IFA Paris (Prancis) sama-sama membuka jalur untuk lulusan SMA/sederajat di jenjang S1. Sementara Fulbright, Chevening, Australia Awards, dan DAAD ditujukan khusus untuk jenjang S2/S3, jadi baru bisa diambil setelah kamu menyelesaikan S1.
MEXT Scholarship secara eksplisit menyatakan tidak ada ikatan dinas. Beasiswa pemerintah lain seperti Chevening dan Australia Awards memang mewajibkan penerima kembali ke Indonesia setelah studi, tapi ini bersifat ketentuan kepulangan, bukan ikatan kerja ke instansi tertentu.
Sebagai patokan umum, IELTS 6.0–6.5 atau TOEFL iBT 72–79 sudah memenuhi syarat minimum sebagian besar beasiswa S2 di atas. Untuk beasiswa S1 seperti IFA Paris, syaratnya lebih rendah (IELTS 5.5/TOEFL 65).
Dari keenam beasiswa di atas, Chevening sedang membuka pendaftaran hingga 6 Oktober 2026. MEXT dan Australia Awards sudah menutup siklus tahun ini, sementara IFA Paris, Fulbright, dan DAAD perlu dicek langsung karena umumnya membuka beberapa periode intake dalam setahun.
Chevening terbuka untuk semua bidang studi di jenjang S2. Fulbright, Australia Awards, dan DAAD juga mencakup berbagai disiplin ilmu, sedangkan MEXT dan IFA Paris lebih cocok kalau kamu sudah menentukan arah studi ke Jepang atau dunia fashion secara spesifik.



Pingback: Beasiswa Fully Funded CRG Summer Internship di Barcelona
Pingback: Sudah Dibuka! Info Beasiswa LPDP Gelombang 2 Tahun 2024