
Halo TNers! Parallel structure menuntut kesejajaran bentuk kata, sedangkan appositive menjelaskan kata benda dan bisa mengecoh saat TNers mencari subjek serta verba utama dalam soal TOEFL ITP. Namun, bagaimana cara mengenali pola yang benar dan menghindari jebakan tersebut? Nah, Minol akan membahas rumus parallel structure dan appositive TOEFL melalui lima cara praktis agar TNers lebih siap menghadapi soal Structure and Written Expression.
Baca Juga: 7 Lembaga Resmi Penyelenggara TOEFL di Indonesia & Biayanya
Apa Itu Parallel Structure dan Appositive dalam TOEFL ITP?
Sebelum mempelajari cara menguasainya, TNers perlu memahami perbedaan kedua materi ini. Parallel structure berkaitan dengan kesejajaran bentuk gramatikal, sedangkan appositive merupakan kata benda atau frasa kata benda yang menjelaskan atau mengidentifikasi kata benda lainnya.
Keduanya relevan untuk memahami struktur kalimat dalam bagian Structure and Written Expression TOEFL ITP. Menurut ETS, TOEFL ITP Level 1 memiliki 40 soal pada bagian Structure and Written Expression dengan waktu pengerjaan 25 menit. Karena waktu pengerjaan terbatas, TNers perlu membiasakan diri mengenali pola kalimat, bukan sekadar menghafalkan rumus.
5 Cara Menguasai Rumus Parallel Structure dan Appositive TOEFL
Ada lima cara yang bisa TNers terapkan untuk mempelajari kedua materi tersebut, mulai dari mengenali pola dasar hingga berlatih menggunakan soal.
1. Pahami Rumus Dasar Parallel Structure
Parallel structure atau struktur paralel adalah penggunaan bentuk gramatikal yang sejajar pada unsur-unsur kalimat yang memiliki kedudukan setara. Menurut George Mason University Writing Center, unsur dalam suatu rangkaian perlu memiliki bentuk yang konsisten, misalnya sama-sama berupa kata benda, kata kerja, atau gerund.
Rumus dasarnya adalah:
- Noun + noun + noun
- Verb + verb + verb
- Gerund + gerund + gerund
- Infinitive + infinitive + infinitive
Perhatikan contoh berikut.
Kalimat salah:
The student enjoys reading, writing, and to speak English.
Kalimat benar:
The student enjoys reading, writing, and speaking English.
Pada kalimat pertama, reading dan writing berbentuk gerund, sedangkan to speak berbentuk infinitive. Ketiganya tidak sejajar. Kalimat kedua sudah benar karena semua unsur berbentuk gerund.
Cara mudah memahaminya adalah memeriksa unsur-unsur yang dihubungkan oleh kata seperti and, or, atau but. Jika unsur tersebut memiliki fungsi setara, pastikan bentuk gramatikalnya juga sejajar.
2. Kenali Parallel Structure pada Konjungsi Berpasangan
Selain menggunakan and dan or, parallel structure juga sering dipelajari melalui konjungsi berpasangan atau correlative conjunctions. Contohnya adalah both … and, either … or, neither … nor, serta not only … but also.
Rumus yang perlu TNers pahami:
- Both + A + + B
- Either + A +and or + B
- Neither + A + nor + B
- Not only + A + but also + B
Unsur A dan B perlu memiliki bentuk gramatikal yang sejajar.
Contoh:
Kalimat salah:
She is interested not only in reading but also to write novels.
Kalimat benar:
She is interested not only in reading but also in writing novels.
Pada contoh tersebut, in merupakan bagian dari pola interested in. Karena itu, kedua unsur yang mengikutinya perlu menggunakan bentuk yang sejajar, yaitu reading dan writing.
Contoh lainnya:
Both the teacher and the student are attending the seminar.
Subjek yang dihubungkan oleh both … and adalah the teacher dan the student. Keduanya membentuk subjek jamak sehingga menggunakan are.
Namun, TNers perlu membedakan kesejajaran bentuk dengan aturan subject-verb agreement. Tidak semua kesalahan pada konjungsi berpasangan otomatis merupakan kesalahan parallel structure. Untuk berlatih, coba periksa unsur sebelum dan sesudah konjungsi berpasangan, kemudian tentukan apakah keduanya memiliki bentuk yang setara.
3. Pelajari Rumus Appositive dan Fungsinya
Berbeda dengan parallel structure, appositive digunakan untuk menjelaskan atau mengidentifikasi kata benda lain. Menurut Purdue Online Writing Lab (OWL), appositive dapat berupa kata benda atau frasa kata benda yang ditempatkan di samping kata benda yang diterangkannya.
Rumus sederhananya adalah:
Noun + appositive + keterangan atau predikat
Contoh:
Mr. Anderson, the head of the department, will lead the meeting.
Keterangan:
- Mr. Anderson = subjek.
- The head of the department = appositive yang menjelaskan identitas Mr. Anderson.
- Will lead = verba utama.
- The meeting = objek.
TNers juga perlu memahami bahwa appositive tidak selalu diapit koma. Jika informasi tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi kata benda yang dimaksud, koma tidak digunakan untuk memisahkannya. Sebaliknya, jika informasinya hanya tambahan dan kalimat tetap jelas tanpanya, appositive biasanya diapit koma.
Contoh informasi tambahan:
My brother, a talented musician, performs every weekend.
Contoh informasi identifikasi:
My friend Sarah studies at the university.
Pada contoh kedua, nama Sarah mengidentifikasi teman yang dimaksud sehingga tidak dipisahkan dengan koma. Jadi, jangan hanya menghafal pola penggunaan koma. Pahami juga fungsi appositive dan hubungannya dengan kata benda yang diterangkan.
4. Latih Cara Menemukan Subjek dan Verba Utama
Salah satu kesulitan saat mengerjakan soal appositive adalah adanya frasa tambahan yang berada di antara subjek dan verba utama. Jika TNers keliru menganggap frasa tersebut sebagai subjek atau verba, pilihan jawaban bisa menjadi tidak tepat.
Perhatikan contoh berikut.
Soal:
The scientist, an expert in marine biology, _____ several studies on coral reefs.
A. conduct
B. conducts
C. conducting
D. to conduct
Jawaban: B. conducts
Pembahasannya:
- The scientist adalah subjek utama.
- An expert in marine biology merupakan appositive yang menjelaskan subjek.
- Conducts merupakan verba utama yang sesuai dengan subjek tunggal the scientist.
Cara mengerjakannya adalah mengabaikan sementara frasa an expert in marine biology. Setelah frasa tersebut disisihkan, struktur kalimat menjadi:
The scientist _____ several studies on coral reefs.
Dengan begitu, TNers dapat lebih mudah mengenali subjek dan menentukan bentuk verba yang tepat. Teknik ini sejalan dengan pembahasan appositive dalam Purdue OWL. TNers bisa menggunakannya sebagai langkah awal untuk menganalisis kalimat yang memiliki banyak keterangan.
5. Kerjakan Soal dan Evaluasi Kesalahan Secara Berkala
Menghafal rumus saja belum cukup. TNers perlu berlatih menerapkan konsep parallel structure dan appositive pada berbagai bentuk kalimat agar lebih terbiasa mengenali pola yang benar. Mulailah dengan soal sederhana, kemudian ditingkatkan kesulitannya. Setelah menjawab, jangan langsung berpindah ke soal berikutnya. Periksa alasan jawaban benar dan identifikasi kesalahan yang masih sering terjadi.
Coba kerjakan latihan berikut.
Soal 1 — Parallel Structure
The researcher is responsible for collecting data, analyzing the results, and _____ the report.
A. to prepare
B. prepares
C. preparing
D. preparation
Jawaban: C. preparing
Pembahasan: Unsur setelah responsible for menggunakan bentuk gerund. Karena itu, collecting, analyzing, dan preparing memiliki bentuk yang sejajar.
Soal 2 — Appositive
The Amazon River, _____ one of the longest rivers in the world, flows through South America.
A. consider
B. considered
C. considering
D. considers
Jawaban: B. considered
Pembahasan: Considered one of the longest rivers in the world merupakan frasa partisipial yang menerangkan the Amazon River. Frasa ini bukan appositive karena bukan frasa kata benda, melainkan frasa partisipial. Pilihan considered membentuk keterangan yang tepat sebelum verba utama flows.
Contoh kedua ini juga mengingatkan TNers bahwa tidak semua frasa penjelas di antara subjek dan verba merupakan appositive. Mengenali jenis frasa dengan tepat membantu menghindari kesalahan saat menganalisis kalimat.
Untuk latihan tambahan, TNers dapat memanfaatkan latihan Appositives dari Purdue OWL dan materi persiapan resmi TOEFL ITP dari ETS.
Buat catatan kesalahan berdasarkan jenisnya, misalnya bentuk kata yang tidak sejajar, salah mengenali subjek, atau keliru membedakan appositive dengan frasa lainnya. Ulangi latihan tersebut secara berkala sampai TNers dapat menjelaskan alasan di balik setiap jawaban.
Baca Juga: Materi dan Contoh Soal Structure TOEFL ITP serta Cara Mengerjakannya

Menguasai rumus Parallel Structure dan Appositive TOEFL membantu TNers memahami pola kalimat, tetapi belum menjamin skor TOEFL ITP tinggi. TNers juga perlu mempelajari tata bahasa lain dan berlatih sesuai format tes. Pahami rumus, kerjakan soal, evaluasi kesalahan, dan latih pengelolaan waktu untuk menghadapi bagian Structure and Written Expression. Jika masih kesulitan mengenali pola kalimat atau menentukan subjek dan verba, perkuat latihan secara terstruktur.
Nah, TNers, kalau masih kesulitan memahami pola kalimat atau ingin berlatih soal TOEFL ITP dengan pembahasan yang lebih mendalam, Minol punya solusi yang bisa TNers pertimbangkan. Melalui Program Kursus TOEFL Offline Titik Nol English Course Medan, TNers bisa belajar dengan kurikulum terintegrasi dan tutor bersertifikat internasional. Tersedia pilihan durasi belajar 2 minggu atau 1 bulan, kelas siang atau malam, serta opsi camp maupun tanpa camp. Dengan begitu, TNers bisa memilih program persiapan TOEFL sesuai kebutuhan dan waktu belajar.
Yuk, persiapkan TOEFL ITP dengan strategi belajar yang tepat bersama Titik Nol English Course Medan!
F.A.Q Seputar Rumus Parallel Structure dan Appositive TOEFL
Tidak. Parallel structure juga berlaku untuk klausa yang memiliki subjek dan verba. Contohnya, She said that the project was difficult and that the deadline was unrealistic.
Ya. Parallel structure dapat muncul pada perbandingan menggunakan as … as atau than. Contohnya, “She enjoys reading more than writing.”
Appositive berupa kata benda atau frasa kata benda, sedangkan adjective clause memiliki subjek dan verba untuk menjelaskan kata benda.
Ya. Appositive bisa muncul di awal, tengah, atau akhir kalimat, bergantung pada kata benda yang dijelaskannya.
Bisa. Appositive dapat mengisi bagian kosong jika kalimat membutuhkan kata benda atau frasa kata benda untuk menjelaskan atau mengidentifikasi kata benda lain.
