Cara Pakai Linking Words IELTS Writing Task 2 untuk Naik dari Band 6 ke 8

Tips menggunakan Linking Words IELTS Writing Task 2 untuk Band 8

Halo TNers! Penggunaan Linking Words IELTS Writing Task 2 bukan sekadar membuat esai lebih akademis, tetapi berkaitan dengan coherence and cohesion, salah satu kriteria penilaian IELTS Writing. Namun, semakin banyak linking words seperti firstly, moreover, atau therefore bukan berarti skor lebih tinggi karena cohesive devices yang berlebihan atau mekanis justru mengurangi kualitas cohesion. Nah, Minol mau kasih tahu cara menggunakannya dengan tepat untuk mengejar  Band 8. Yuk, simak caranya! 

Baca Juga: Sering Kehabisan Ide di IELTS Writing Task 2? Gunakan Teknik Brainstorming Ini

Apa Itu Linking Words dalam IELTS Writing Task 2?

Linking words adalah kata atau frasa yang menghubungkan gagasan antarkalimat maupun antarparagraf, misalnya however, for example, atau as a result. Linking words termasuk dalam cohesive devices, yaitu alat yang membuat tulisan mudah diikuti. Selain linking words, cohesive devices juga mencakup reference (misalnya this approach) dan substitution. Semuanya dinilai dalam kriteria coherence and cohesion.

Apa Perbedaan Penggunaan Linking Words Band 6, 7, dan 8?

Perbedaan Band 6, 7, dan 8 tidak ditentukan oleh seberapa banyak linking words yang digunakan. Dalam band descriptors resmi IELTS, coherence and cohesion dinilai dari bagaimana informasi dan ide disusun serta bagaimana cohesive devices digunakan untuk menghubungkan gagasan. Kriteria ini juga memiliki bobot yang sama dengan tiga kriteria writing lainnya, yaitu 25% dari skor setiap tugas writing.

BandKarakteristik cohesive devices
6Digunakan dengan cukup baik, tetapi hubungan antarkalimat dapat terasa mekanis karena misuse, overuse, atau omission. Reference dan substitution juga dapat kurang fleksibel atau kurang jelas.
7Berbagai cohesive devices, termasuk reference dan substitution, digunakan secara fleksibel, tetapi masih dapat terjadi beberapa ketidakakuratan serta overuse atau underuse.
8Informasi dan ide tersusun secara logis, sementara cohesion dikelola dengan baik. Kesalahan pada coherence atau cohesion masih mungkin terjadi sesekali.

Jadi, perkembangan dari Band 6 ke Band 8 bukan berarti menambahkan semakin banyak linking words. Band 7 menunjukkan penggunaan cohesive devices yang lebih fleksibel, sedangkan Band 8 menekankan bahwa cohesion dikelola dengan baik. Dengan kata lain, ketepatan dan kontrol lebih penting daripada jumlah. Sebuah linker sebaiknya digunakan ketika memang membantu pembaca memahami hubungan antargagasan.

Bagaimana Memilih Linking Words IELTS Writing Task 2 Sesuai Hubungan Gagasan?

Kunci menggunakan linking words IELTS Writing Task 2 adalah memahami fungsi setiap kata atau frasa. Jangan memilih linker hanya karena terdengar lebih advanced. British Council menjelaskan bahwa cohesive devices dapat digunakan untuk menambahkan ide, menunjukkan kontras, memberikan contoh, menjelaskan hasil, menunjukkan urutan, dan memberikan penjelasan.

1. Menambahkan Gagasan

Gunakan linking words seperti in addition, moreover, atau furthermore ketika kalimat berikutnya menambahkan informasi yang masih berkaitan.

Public transport can reduce traffic congestion. Moreover, it can lower the number of private vehicles on the road.

Pada contoh tersebut, moreover digunakan karena kalimat kedua menambahkan manfaat lain dari transportasi umum. Namun, moreover tidak selalu diperlukan. Jika hubungan antarkalimat sudah jelas, gagasan dapat dihubungkan melalui struktur kalimat tanpa menambahkan linker.

2. Menunjukkan Kontras

Untuk menunjukkan pertentangan atau perbedaan, TNers dapat menggunakan however, nevertheless, although, atau whereas, sesuai struktur kalimatnya.

Working from home offers greater flexibility. However, some employees may struggle to separate their professional and personal lives.

However tepat karena kalimat kedua menunjukkan sisi yang berbeda dari gagasan sebelumnya.

Sementara itu, although dapat digunakan untuk membentuk kalimat kompleks:

Although working from home offers greater flexibility, some employees may struggle to separate their professional and personal lives.

Jadi, jangan hanya menghafal arti however dan although. Perhatikan juga struktur kalimat yang mengikuti kata tersebut.

3. Menunjukkan Sebab dan Akibat

Hubungan sebab-akibat dapat dinyatakan dengan because, since, therefore, consequently, atau as a result. Pilihannya bergantung pada hubungan ide dan struktur kalimat.

Public transport is often more affordable than private vehicles. As a result, more people may choose to use it for their daily commute.

As a result digunakan karena kalimat kedua menunjukkan konsekuensi dari kondisi pada kalimat sebelumnya.

Hubungan sebab-akibat juga dapat dibuat tanpa linking word seperti therefore:

Public transport is often more affordable than private vehicles, so more people may choose to use it for their daily commute.

Artinya, TNers tidak perlu memaksakan therefore atau consequently hanya karena ingin menggunakan kosakata yang dianggap lebih formal.

4. Memberikan Contoh atau Penjelasan

Gunakan for example, for instance, atau to illustrate this ketika ingin memperjelas argumen dengan contoh.

Public transport can make urban travel more efficient. For example, dedicated bus lanes can help passengers avoid traffic congestion.

For example digunakan untuk menandai contoh yang mendukung gagasan sebelumnya. Yang perlu diperhatikan, linking word hanya membantu menunjukkan hubungan antargagasan. Isi setelahnya tetap harus relevan dan mendukung argumen utama.

Apakah Linking Words Harus Selalu di Awal Kalimat?

Tidak. Memakai linking words di awal setaip kalimat justru salah satu pola yang perlu dihindari. IDP menyarankan peserta untuk tidak menggunakan kata penghubung dasar seperti firstly secara berlebihan dan tidak memulai setiap kalimat dengan linking device.

Perhatikan contoh berikut:

Firstly, public transport reduces traffic.
Secondly, it reduces pollution.
Thirdly, it is cheaper.

Secara tata bahasa, penggunaan firstly, secondly, dan thirdly tersebut tidak otomatis salah. Masalahnya muncul ketika pola yang sama digunakan terus-menerus sehingga tulisan terasa mekanis.

Salah satu alternatifnya adalah menempatkan linking word di tengah kalimat:

Some people believe, however, that individuals must also take responsibility for environmental problems.

Hubungan antargagasan juga dapat dibuat tanpa membuka kalimat dengan linker:

Public transport can reduce traffic congestion. This benefit is particularly important in densely populated cities.

Jadi, variasikan cara membangun hubungan antargagasan. Jangan sampai setiap kalimat memiliki pola pembuka yang sama.

Bagaimana Membuat Cohesion Tanpa Terlalu Banyak Linking Words?

Cohesion tidak hanya dibangun lewat linking words, tetapi juga lewat reference, substitution, dan cara gagasan disusun dari satu kalimat ke kalimat berikutnya. Hal ini juga tercermin dalam band descriptors resmi IELTS, terutama pada karakteristik Band 6 dan 7.

Perhatikan contoh berikut.

Terlalu repetitif:

Online learning has several advantages. Online learning is flexible. Online learning also allows students to study anywhere.

Kalimat tersebut tidak memiliki masalah utama pada linking words, tetapi pengulangan online learning membuat hubungan antarkalimat terasa kurang efektif.

Lebih kohesif:

Online learning has several advantages. This approach is flexible and allows students to study from almost anywhere.

Pada contoh kedua, this approach merujuk kembali pada online learning. Hubungan antarkalimat tetap jelas tanpa harus menambahkan moreover atau furthermore. Jadi, jangan menganggap semakin banyak linking words berarti semakin kohesif. Hubungan antargagasan dapat dibangun melalui beberapa cohesive devices sekaligus.

Apa Kesalahan Linking Words yang Perlu Dihindari?

Beberapa kebiasaan berikut dapat membuat penggunaan cohesive devices terasa kurang terkontrol:

  • menggunakan firstly, secondly, dan thirdly secara berlebihan;
  • memulai hampir setiap kalimat dengan linking word;
  • menggunakan moreover atau furthermore hanya agar tulisan terdengar lebih akademis;
  • memilih linker yang tidak sesuai dengan hubungan antargagasan;
  • mengulang kata atau frasa yang sama tanpa menggunakan reference atau substitution secara efektif;
  • menambahkan linking word meskipun hubungan antargagasan sebenarnya sudah jelas;
  • menggunakan linking words secara mekanis sehingga alur tulisan terasa kaku.

British Council menyarankan peserta menandai semua linking devices dalam esai latihan untuk melihat pengulangan atau penggunaan berlebihan. Dalam penelitian IELTS terhadap persepsi examiner, linking words termasuk fitur coherence and cohesion yang cukup sering diperhatikan: 43% examiner dalam penelitian tersebut menilai penggunaannya terjadi “very often”, sedangkan 40% menilainya “always”. Angka ini menggambarkan frekuensi fitur yang diperhatikan examiner, bukan persentase penggunaan linking words yang ideal dalam esai.

Karena itu, data tersebut tidak boleh diterjemahkan menjadi aturan seperti “gunakan linking words sebanyak 40%”. Fokusnya tetap pada penggunaan yang tepat dan tidak berlebihan.

Bagaimana Mengubah Penggunaan Linking Words dari Band 6 ke Band 8?

Coba Bandingkan dua pola berikut.

Pola yang masih terasa mekanis:

Firstly, pollution is harmful to human health. Secondly, it damages the environment. Moreover, governments should take action. Therefore, people should support environmental policies.

Masalah utamanya bukan karena firstly, secondly, moreover, atau therefore merupakan kata yang salah. Masalahnya, hampir setiap kalimat bergantung pada linking word untuk menunjukkan hubungan ide.

Sekarang perhatikan pola yang lebih terkontrol:

Air pollution poses serious health risks, particularly in densely populated cities. As a result, governments need to introduce stricter emissions standards. Such measures can reduce exposure to harmful pollutants while encouraging industries to adopt cleaner technologies.

Pada contoh kedua, hubungan gagasan dibangun melalui alur masalah, akibat, solusi, lalu dampak. As a result menunjukkan hubungan sebab-akibat, sedangkan such measures menghubungkan kalimat berikutnya dengan solusi yang telah disebutkan.

Inilah prinsip penting dalam linking words IELTS Writing Task 2: gunakan cohesive device berdasarkan fungsi dan hubungan ide, bukan berdasarkan seberapa “canggih” bunyinya.

Bagaimana Mengecek Penggunaan Linking Words Sebelum Mengumpulkan Esai?

Sebelum menyelesaikan esai, TNers dapat melakukan pemeriksaan sederhana berikut:

  • Apakah setiap linking word menunjukkan hubungan ide yang jelas?
  • Apakah ada linker yang terlalu sering diulang?
  • Apakah saya memulai hampir setiap kalimat dengan linking word?
  • Apakah ada hubungan antargagasan yang sebenarnya dapat dibuat lebih alami melalui struktur kalimat?
  • Apakah reference dan substitution sudah digunakan untuk menghindari repetisi?
  • Apakah setiap paragraf memiliki gagasan utama yang jelas?
  • Apakah gagasan dalam setiap paragraf berkembang secara logis?
  • Apakah esai dapat diikuti dengan mudah dari awal hingga akhir?

IDP memasukkan kemampuan mengikuti gagasan dengan mudah, perkembangan esai yang jelas, penggunaan berbagai kata dan frasa penghubung, serta penggunaan reference dan substitution dengan tepat dalam daftar pemeriksaan menuju Band 8. Jadi, pemeriksaan akhir sebaiknya tidak hanya berfokus pada linking words, tetapi juga pada alur dan hubungan seluruh gagasan.

Baca Juga: 7 Tips Ampuh Belajar IELTS Writing Biar Skor Makin Maksimal

CTA Banner - Program Kursus Bahasa Inggris Offline Medan

Menguasai Linking Words IELTS Writing Task 2 bukan berarti menghafal atau menggunakan sebanyak mungkin kata penghubung. Perbedaan Band 6, 7, dan 8 lebih terlihat dari ketepatan, fleksibilitas, dan kontrol cohesive devices. Jadi, fokuslah pada hubungan antar gagasan yang logis, penggunaan linking words yang sesuai, serta reference dan substitution agar cohesion esai terasa jelas dan alami.

Kalau TNers masih kesulitan menyusun gagasan dan mengembangkan argumen dalam IELTS Writing, TNers bisa berlatih melalui Program Kursus IELTS Offline dari Titik Nol English Course Medan bisa menjadi pilihan untuk berlatih. Dengan metode ala Kampung Inggris Pare, integrated curriculum, serta tutor berpengalaman dan bersertifikat internasional, TNers dapat mengasah kemampuan IELTS secara lebih terarah. Tersedia pilihan durasi 2 minggu atau 1 bulan, kelas siang atau malam, serta camp atau tanpa camp sesuai kebutuhan. 

Yuk, latih linking words bareng Titik Nol English Course Medan agar lebih siap mengejar Band 8!

F.A.Q Seputar Linking Words IELTS Writing Task 2 

Tidak. Band 8 lebih menekankan penggunaan cohesive devices yang tepat, fleksibel, dan terkontrol, bukan sekadar memilih kata yang terdengar lebih akademis.

Periksa apakah linking word benar-benar menunjukkan hubungan antargagasan. Jika kalimat tetap jelas tanpa kata tersebut, penggunaannya mungkin tidak diperlukan.

Tidak. Cohesion juga dapat dibangun melalui reference, substitution, pengulangan kata yang terkontrol, dan susunan ide yang logis.

Variasikan cara menghubungkan ide. Gunakan linking words hanya saat diperlukan dan manfaatkan reference atau struktur kalimat untuk menjaga alur tulisan.

Pengaruhnya cukup penting, tetapi bukan satu-satunya faktor. Examiner juga menilai bagaimana ide disusun, dikembangkan, dan dihubungkan secara keseluruhan.

Scroll to Top