
Halo TNers! Perbedaan TOEFL ITP dan Prediction terletak pada status tes, penyelenggara, serta penggunaan hasilnya. Meskipun format soal keduanya bisa mirip, sertifikat yang diterbitkan belum tentu dapat digunakan untuk tujuan yang sama. Lantas, apakah TNers harus memilih TOEFL ITP resmi atau cukup mengikuti TOEFL Prediction? Nah, Minol akan membahas perbedaannya agar TNers bisa menentukan tes yang sesuai dengan kebutuhan.
Bac Juga: Apa itu TOEFL? Berikut Pengertian, Jenis, dan Fungsinya
Apa Perbedaan TOEFL ITP dan Prediction?
Perbedaan TOEFL ITP dan Prediction yang paling mendasar terletak pada status penyelenggaraan dan dokumen hasil tes. TOEFL ITP merupakan tes kemampuan bahasa Inggris resmi dari Educational Testing Service (ETS), sedangkan TOEFL Prediction umumnya berupa tes prediksi yang diselenggarakan oleh lembaga atau pusat bahasa untuk memperkirakan kemampuan peserta.
Berikut perbandingan keduanya berdasarkan beberapa aspek penting.
| Aspek | TOEFL ITP | TOEFL Prediction |
|---|---|---|
| Status tes | Tes resmi ETS | Tes prediksi, bukan tes resmi ETS |
| Penyelenggara | Melalui penyelenggara atau pusat tes yang berwenang | Kampus, pusat bahasa, atau lembaga penyedia tes |
| Format soal | Mengikuti format TOEFL ITP yang berlaku | Dapat menyerupai format TOEFL ITP |
| Hasil tes | Laporan skor resmi sesuai ketentuan ETS | Hasil atau sertifikat dari penyelenggara |
| Penggunaan | Sesuai persyaratan instansi penerima | Sesuai kebijakan instansi penerima |
| Tujuan | Mengukur kemampuan bahasa Inggris melalui tes resmi | Memetakan kemampuan, berlatih, atau memenuhi kebutuhan tertentu |
Berdasarkan tabel tersebut, kemiripan format tidak berarti kedua tes memiliki status yang sama. TOEFL Prediction dapat mengukur kemampuan pada bagian yang serupa, tetapi hasilnya tidak otomatis setara dengan laporan skor TOEFL ITP resmi.
Menurut informasi dari ETS, TOEFL ITP memiliki ketentuan penilaian dan pelaporan skor tersendiri. Sementara itu, layanan Prediction mengikuti ketentuan lembaga yang menyelenggarakannya. Oleh karena itu, TNers perlu memeriksa jenis tes dan dokumen yang akan diperoleh sebelum melakukan pendaftaran.
Perbedaan TOEFL ITP dan Prediction dalam Pengakuan Sertifikat
Perbedaan TOEFL ITP dan Prediction dalam hal pengakuan sertifikat terletak pada status tes, penyelenggara, dan persyaratan institusi penerima. TOEFL ITP merupakan tes resmi yang dikembangkan oleh Educational Testing Service (ETS) dan diselenggarakan melalui jaringan penyelenggara yang berwenang. Di Indonesia, IIEF bertindak sebagai distributor utama TOEFL ITP. Sementara itu, TOEFL Prediction umumnya diselenggarakan oleh pusat bahasa atau lembaga kursus untuk memperkirakan kemampuan bahasa Inggris peserta.
Meskipun format soal keduanya bisa serupa, hasil tes tersebut tidak otomatis dapat digunakan untuk keperluan yang sama. Berikut perbandingan pengakuan sertifikat TOEFL ITP dan Prediction berdasarkan beberapa aspek penting.
| Aspek | TOEFL ITP | TOEFL Prediction |
|---|---|---|
| Penyelenggara | Pusat tes resmi dalam jaringan penyelenggaraan TOEFL ITP | Pusat bahasa atau lembaga penyedia tes prediksi |
| Status tes | Tes resmi ETS dengan ketentuan penyelenggaraan dan pelaporan tersendiri | Tes prediksi yang mengikuti ketentuan penyelenggara |
| Kebutuhan akademik | Dapat digunakan jika persyaratan institusi menerima TOEFL ITP | Dapat digunakan jika institusi menerima hasil Prediction |
| Beasiswa | Penerimaan bergantung pada ketentuan program beasiswa | Penerimaan bergantung pada ketentuan program beasiswa |
| Persyaratan kerja | Dapat digunakan jika sesuai dengan ketentuan rekrutmen | Dapat digunakan jika instansi menerima sertifikat tersebut |
| Biaya | Bergantung pada pusat tes dan layanan yang tersedia | Bergantung pada lembaga penyelenggara |
Penggunaan Sertifikat TOEFL ITP dan Prediction
1. TOEFL ITP untuk kebutuhan akademik dan profesional
TOEFL ITP dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan akademik, seperti penerimaan mahasiswa, kelulusan, dan evaluasi kemampuan bahasa Inggris, sesuai dengan kebijakan institusi. IIEF menjelaskan berbagai penggunaan TOEFL ITP, termasuk untuk kebutuhan universitas, seleksi staf, dan administrasi beasiswa.
Namun, statusnya sebagai tes resmi ETS tidak berarti sertifikatnya otomatis diterima oleh seluruh universitas, instansi pemerintah, perusahaan BUMN, atau penyelenggara beasiswa. Setiap pihak dapat menetapkan jenis tes dan skor minimum yang berbeda. Sebagai contoh, program tertentu mungkin menerima TOEFL ITP, sedangkan program lainnya mensyaratkan TOEFL iBT atau IELTS.
2. TOEFL Prediction untuk mengukur kemampuan dan memenuhi persyaratan tertentu
TOEFL Prediction umumnya digunakan untuk memperkirakan kemampuan bahasa Inggris sebelum mengikuti tes resmi. Hasilnya juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan akademik atau administratif apabila institusi tujuan secara jelas menerima sertifikat dari penyelenggara tersebut.
Sebagai contoh, UPT Bahasa Universitas Syiah Kuala memberikan informasi bahwa TOEFL Prediction digunakan sebagai persyaratan kelulusan mahasiswa S1, S2, dan S3 di USK. Contoh ini menunjukkan bahwa TOEFL Prediction tidak selalu terbatas untuk latihan, tetapi penggunaannya tetap mengikuti kebijakan institusi yang bersangkutan.
Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum Memilih Tes
Agar tidak salah memilih sertifikat, TNers sebaiknya memeriksa beberapa hal berikut sebelum mendaftar:
- Jenis tes yang diterima: pastikan apakah institusi tujuan meminta TOEFL ITP resmi, TOEFL Prediction, TOEFL iBT, IELTS, atau tes lainnya.
- Skor minimum: periksa skor yang harus dicapai sesuai persyaratan.
- Masa berlaku: pastikan hasil tes masih memenuhi batas waktu yang ditentukan institusi. Menurut informasi resmi UPT Bahasa USK tentang TOEFL ITP, laporan skor TOEFL ITP berlaku selama dua tahun, sedangkan TOEFL Prediction di lembaga tersebut umumnya berlaku selama satu tahun.
- Ketentuan penerbit: periksa apakah sertifikat harus berasal dari penyelenggara resmi atau dapat diterbitkan oleh pusat bahasa tertentu.
Jadi, jangan hanya mempertimbangkan harga atau besarnya skor yang tercantum pada sertifikat. Pilihlah tes berdasarkan persyaratan institusi tujuan agar hasilnya dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Perbedaan TOEFL ITP dan Prediction dalam Format Tes dan Biaya
Dari segi materi, TOEFL ITP Level 1 terdiri atas tiga bagian, yaitu Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension. Tes ini memiliki 140 soal dengan durasi total 115 menit dan rentang skor 310–677. Informasi tersebut dapat diperiksa melalui laman resmi TOEFL ITP dari ETS Global.
TOEFL Prediction umumnya menggunakan materi yang menyerupai bagian-bagian tersebut. Namun, jumlah soal, durasi, tingkat kesulitan, dan metode penilaian dapat berbeda menurut penyelenggaranya. Karena itu, TNers tidak sebaiknya menganggap semua tes Prediction memiliki format yang identik.
Dari segi biaya, tarif TOEFL ITP bergantung pada pusat tes dan layanan yang tersedia. TOEFL Prediction juga memiliki tarif yang beragam sesuai kebijakan lembaga penyelenggara. Tidak ada satu harga yang dapat digunakan sebagai patokan untuk seluruh tes Prediction.
Sebelum membayar, bandingkan biaya dengan tujuan mengikuti tes. Jika instansi tujuan secara khusus meminta TOEFL ITP resmi, memilih Prediction yang lebih murah belum tentu menguntungkan apabila sertifikatnya tidak diterima. Sebaliknya, jika kebutuhan TNers hanya untuk mengukur kemampuan awal dan penyelenggara Prediction sudah memadai, tes tersebut dapat menjadi pilihan yang praktis.
Mana yang Harus Dipilih Sesuai Kebutuhan?
Setelah memahami perbedaan TOEFL ITP dan Prediction, TNers bisa menentukan pilihan berdasarkan tujuan penggunaan hasil tes. Tidak ada satu jenis tes yang selalu paling tepat untuk semua orang.
1. Pilih TOEFL ITP jika persyaratan meminta tes resmi
Jika perusahaan, perguruan tinggi, atau program beasiswa secara eksplisit meminta hasil TOEFL ITP resmi, pilih tes yang diselenggarakan melalui jalur resmi. Pastikan pusat tes dan dokumen hasilnya sesuai dengan ketentuan yang diminta.
2. Pilih TOEFL Prediction untuk latihan atau kebutuhan yang menerimanya
Prediction dapat dipertimbangkan jika TNers ingin memperkirakan kemampuan bahasa Inggris sebelum mengikuti tes resmi. Tes ini juga bisa digunakan untuk keperluan administratif tertentu apabila institusi tujuan secara jelas menerima sertifikat dari penyelenggara tersebut.
3. Periksa persyaratan sebelum menentukan pilihan
Jika tujuan tes belum jelas, jangan langsung memilih berdasarkan harga atau jadwal yang paling mudah. Cari informasi dari sumber resmi perusahaan, kampus, atau penyelenggara beasiswa. Apabila masih ada keraguan, tanyakan langsung jenis sertifikat yang diterima agar tidak perlu mengulang tes.
Dengan demikian, keputusan antara TOEFL ITP dan Prediction sebaiknya didasarkan pada tujuan, ketentuan penerima, dan anggaran. Prioritaskan jenis tes yang memang dibutuhkan, bukan sekadar tes yang paling mudah diakses.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Tempat Tes TOEFL di Medan & Biayanya

Perbedaan TOEFL ITP dan Prediction terutama terletak pada status tes, penyelenggara, serta pengakuan hasilnya. TOEFL ITP merupakan tes resmi ETS, sedangkan Prediction umumnya digunakan untuk memperkirakan kemampuan atau memenuhi kebutuhan tertentu sesuai kebijakan penyelenggara dan instansi penerima. Karena itu, TNers perlu memastikan persyaratan sebelum mendaftar agar sertifikat yang diperoleh benar-benar dapat digunakan.
Namun, memilih jenis tes yang tepat saja belum cukup jika kemampuan bahasa Inggris masih perlu ditingkatkan. Melalui Program Kursus TOEFL Offline Titik Nol English Course Medan, TNers bisa mempelajari materi TOEFL secara terintegrasi, berlatih mengerjakan soal, dan mengevaluasi kesalahan dengan bimbingan tutor. Program ini juga menyediakan pilihan durasi belajar, jadwal siang atau malam, serta opsi camp dan non-camp agar TNers dapat menyesuaikan persiapan dengan kebutuhan masing-masing.
Yuk, persiapkan diri menghadapi tes TOEFL bersama Titik Nol English Course Medan!
F.A.Q Seputar Perbedaan TOEFL ITP dan Prediction
Bisa, jika perusahaan yang dituju menerima sertifikat TOEFL Prediction dari lembaga penyelenggara tersebut. Periksa persyaratan rekrutmen sebelum mengikuti tes.
Tergantung kebijakan penyelenggara beasiswa dan universitas tujuan. Pastikan jenis tes yang diterima karena beberapa program mensyaratkan tes tertentu, seperti TOEFL iBT atau IELTS.
Tidak ada konversi resmi yang menjamin kesetaraan skor TOEFL ITP dan TOEFL iBT. Keduanya memiliki format tes dan sistem penilaian berbeda.
Masa berlaku bergantung pada jenis tes dan ketentuan lembaga penerima. Skor TOEFL ITP umumnya dianggap valid selama dua tahun oleh ETS, sedangkan sertifikat Prediction mengikuti kebijakan penerbit dan instansi tujuan.
Bisa jika perguruan tinggi menetapkan atau menerima TOEFL Prediction sebagai salah satu syarat kelulusan. TNers sebaiknya memeriksa ketentuan fakultas atau universitas karena kebijakannya dapat berbeda.
