
Halo, TNers! Kesalahan Written Expression TOEFL meliputi subject-verb agreement, parallel structure, word form, verb tense, perbandingan, pronomina, kata benda, artikel, preposisi, dan modifier. Kesalahan ini sering luput karena kalimatnya sekilas terlihat benar, padahal ada aturan grammar yang dilanggar. Jika hanya mengandalkan intuisi, TNers bisa terjebak pada pilihan yang tampak masuk akal. Nah, Minol merangkum sepuluh kesalahan tersebut beserta contoh dan pembahasannya agar TNers lebih teliti saat mengerjakan soal TOEFL ITP.
Baca Juga: 15 Kesalahan Writing Bahasa Inggris yang Sering Terjadi
Apa Itu Written Expression dalam TOEFL ITP?
Written Expression merupakan bagian dari Structure and Written Expression dalam TOEFL ITP yang menguji kemampuan peserta mengenali kesalahan tata bahasa dalam kalimat bahasa Inggris. TNers perlu mengidentifikasi bagian yang salah dari empat pilihan bergaris bawah, yaitu A, B, C, dan D. Pemahaman tentang Kesalahan Written Expression TOEFL membantu TNers mengenali pola grammar yang perlu diperiksa saat mengerjakan soal.
Berdasarkan panduan resmi TOEFL ITP dari ETS, TOEFL ITP Level 1 menyediakan 40 soal Structure and Written Expression yang harus diselesaikan dalam 25 menit. Karena waktu pengerjaannya terbatas, TNers perlu memahami pola kesalahan sekaligus berlatih mengenalinya dengan cepat.
Lantas, apa saja kesalahan yang paling mengecoh? Berikut sepuluh jenis kesalahan yang perlu TNers pelajari.
10 Kesalahan Written Expression TOEFL Paling Mengecoh
Ada sepuluh kesalahan Written Expression TOEFL yang perlu TNers waspadai, mulai dari kesesuaian subjek dan verba hingga penempatan modifier. Nah, Minol akan membahas setiap pola melalui contoh soal dan pembahasannya agar TNers lebih mudah mengenali jebakan grammar.
1. Subject-Verb Agreement
Subject-verb agreement mengharuskan subjek dan verba memiliki kesesuaian dalam jumlah, yaitu tunggal atau jamak. Kesalahan sering muncul ketika terdapat frasa tambahan di antara subjek dan verba sehingga perhatian TNers teralihkan.
Contoh soal:
The list (A) of required documents (B) are (C) available on the university website (D) today.
Jawaban: B. are
Perbaikan: The list of required documents is available on the university website today.
Subjek utamanya adalah the list, bukan documents. Karena list berbentuk tunggal, verba yang digunakan harus is. Frasa of required documents hanya menjelaskan daftar tersebut dan tidak mengubah jumlah subjek.
Tips Minol: Temukan subjek utama terlebih dahulu sebelum memeriksa verba. Jangan langsung menganggap kata benda terdekat dengan verba sebagai subjek.
2. Parallel Structure
Parallel structure mengharuskan unsur-unsur yang memiliki fungsi setara menggunakan bentuk gramatikal yang sejajar. Pola ini sering ditemukan pada daftar kegiatan atau unsur yang dihubungkan oleh and, or, dan pasangan konjungsi.
Contoh soal:
The course teaches students (A) to analyze data, (B) interpreting results, (C) and to present findings (D) effectively.
Jawaban: B. interpreting results
Perbaikan: The course teaches students to analyze data, to interpret results, and to present findings effectively.
Ketiga unsur tersebut menggunakan pola to + verb. Karena itu, interpreting perlu diubah menjadi to interpret agar sejajar dengan dua unsur lainnya.
Tips Minol: Periksa bentuk setiap unsur dalam daftar. Jika unsur pertama menggunakan infinitive, pastikan unsur berikutnya mengikuti pola yang sesuai.
3. Word Form: Noun, Verb, Adjective, dan Adverb
Word form berkaitan dengan pemilihan bentuk kata berdasarkan fungsi gramatikalnya. Satu kata dapat memiliki bentuk berbeda sebagai kata benda, kata kerja, kata sifat, atau kata keterangan.
Contoh soal:
The researcher (A) carefully (B) analyzed (C) the results and presented them (D) clear.
Jawaban: D. clear
Perbaikan: The researcher carefully analyzed the results and presented them clearly.
Kata clear merupakan kata sifat, sedangkan bagian tersebut membutuhkan kata keterangan untuk menjelaskan bagaimana hasil penelitian dipresentasikan. Oleh karena itu, bentuk yang tepat adalah clearly.
Tips Minol: Perhatikan posisi kata dan fungsi yang dibutuhkan. TNers perlu membedakan kata sifat yang menjelaskan nomina dengan kata keterangan yang menjelaskan tindakan atau cara sesuatu dilakukan.
4. Verb Tense dan Bentuk Verba
Kesalahan bentuk verba dapat muncul ketika waktu kejadian tidak sesuai dengan tense atau ketika verba tidak mengikuti pola gramatikal yang benar.
Contoh soal:
The students (A) have completed (B) the assignment (C) yesterday (D) afternoon.
Jawaban: A. have completed
Perbaikan: The students completed the assignment yesterday afternoon.
Keterangan waktu yesterday afternoon menunjukkan kejadian yang selesai pada waktu lampau. Karena itu, simple past lebih tepat daripada present perfect dalam kalimat tersebut.
Tips Minol: Periksa penanda waktu seperti yesterday, since, already, dan by the time. Namun, jangan hanya mengandalkan kata penanda karena pemilihan tense juga bergantung pada konteks kalimat.
5. Comparative dan Superlative
Kesalahan perbandingan terjadi ketika bentuk komparatif atau superlatif digunakan secara tidak tepat. Salah satu jebakannya adalah penggunaan dua penanda komparatif sekaligus.
Contoh soal:
This method is (A) more easier (B) than (C) the previous method (D) for analyzing data.
Jawaban: A. more easier
Perbaikan: This method is easier than the previous method for analyzing data.
Kata easier sudah berbentuk komparatif dari easy. Penambahan more membuat struktur perbandingan menjadi tidak tepat.
Tips Minol: Kenali bentuk komparatif dan superlatif. Kata seperti easier dan better tidak membutuhkan more, sedangkan bentuk seperti more effective memang menggunakan more.
6. Pronoun dan Antecedent
Pronoun adalah kata ganti, sedangkan antecedent merupakan kata atau frasa yang dirujuk oleh kata ganti tersebut. Keduanya harus memiliki hubungan yang jelas agar makna kalimat tidak membingungkan.
Contoh soal:
The students submitted (A) his assignments (B) before (C) the lecturer returned (D) the papers.
Jawaban: A. his assignments
Perbaikan: The students submitted their assignments before the lecturer returned the papers.
Subjek the students berbentuk jamak. Karena itu, their merupakan kata ganti posesif yang sesuai untuk merujuk kepada para mahasiswa tersebut.
Tips Minol: Periksa kata yang dirujuk oleh setiap pronomina. Pastikan jumlah dan maknanya sesuai dengan konteks kalimat, bukan hanya berdasarkan kata benda yang paling dekat.
7. Singular, Plural, dan Uncountable Nouns
Kata benda dalam bahasa Inggris memiliki aturan jumlah yang berbeda. Kata benda yang dapat dihitung biasanya memiliki bentuk tunggal atau jamak, sedangkan kata benda tak terhitung seperti information tidak menggunakan bentuk jamak biasa.
Contoh soal:
The lecturer provided several (A) useful informations (B) about (C) the research project (D) yesterday.
Jawaban: A. useful informations
Perbaikan: The lecturer provided several useful pieces of information about the research project yesterday.
Kata information merupakan uncountable noun, sehingga tidak ditambahkan akhiran -s. Jika ingin menyatakan jumlah, TNers dapat menggunakan satuan seperti pieces of information.
Tips Minol: Waspadai kata seperti information, advice, equipment, dan research. Kata-kata tersebut umumnya tidak memiliki bentuk jamak biasa dalam bahasa Inggris standar.
8. Articles: A, An, dan The
Artikel a, an, dan the digunakan berdasarkan bunyi awal kata serta konteks kata benda. Kesalahan sering terjadi ketika peserta hanya melihat huruf pertama, bukan bunyi yang dihasilkan.
Contoh soal:
She enrolled in (A) an university (B) that offers (C) an excellent (D) research program.
Jawaban: A. an university
Perbaikan: She enrolled in a university that offers an excellent research program.
Kata university diawali bunyi konsonan /j/, seperti bunyi awal you. Karena itu, artikel yang tepat adalah a, bukan an.
Sebaliknya, an excellent research program benar karena excellent diawali bunyi vokal.
Tips Minol: Tentukan artikel berdasarkan bunyi awal kata berikutnya, bukan semata-mata huruf pertamanya.
9. Preposition dan Word Usage
Preposisi menunjukkan hubungan antara kata dalam kalimat. Sementara itu, word usage berkaitan dengan penggunaan kata yang sesuai dengan makna dan pola bahasa Inggris.
Contoh soal:
The students are interested (A) on (B) environmental research (C) because it addresses (D) global challenges.
Jawaban: A. on
Perbaikan: The students are interested in environmental research because it addresses global challenges.
Kata sifat interested lazim diikuti preposisi in ketika menjelaskan minat terhadap suatu bidang atau kegiatan. Pola ini termasuk pasangan kata yang perlu dipelajari sebagai satu kesatuan.
Contoh pasangan lain yang perlu TNers kenali adalah depend on, consist of, dan responsible for.
Tips Minol: Pelajari kata beserta pasangan preposisinya. Menghafal kosakata tanpa memahami pola penggunaannya dapat membuat TNers memilih jawaban yang tampaknya masuk akal, tetapi salah secara gramatikal.
10. Misplaced Modifier dan Struktur Klausa
Modifier merupakan unsur yang memberikan keterangan tambahan terhadap kata atau frasa tertentu. Jika penempatannya tidak tepat, kalimat dapat menjadi rancu atau menghasilkan makna yang tidak sesuai.
Contoh soal:
(A) Walking to the laboratory, (B) the heavy rain (C) suddenly soaked (D) the students.
Jawaban: B. the heavy rain
Perbaikan: Walking to the laboratory, the students were suddenly soaked by the heavy rain.
Frasa walking to the laboratory seharusnya menerangkan orang yang berjalan, bukan hujan. Dalam kalimat perbaikan, the students menjadi pihak yang melakukan kegiatan berjalan.
Kesalahan serupa juga dapat muncul pada klausa relatif dan frasa penjelas yang penempatannya membuat hubungan antarkomponen menjadi tidak jelas.
Tips Minol: Periksa apakah frasa pembuka benar-benar menerangkan subjek kalimat. Jangan hanya memeriksa setiap kata secara terpisah; pastikan seluruh struktur kalimat masuk akal secara gramatikal.
Cara Cepat Menemukan Kesalahan Written Expression TOEFL
Setelah memahami sepuluh pola di atas, TNers perlu menerapkan urutan pemeriksaan yang konsisten. Strategi ini membantu mengurangi kebiasaan memilih jawaban hanya berdasarkan intuisi.
- Temukan subjek dan verba utama. Pastikan keduanya sesuai dan membentuk kalimat yang lengkap.
- Periksa bentuk kata. Tentukan apakah posisi tertentu membutuhkan kata benda, kata kerja, kata sifat, atau kata keterangan.
- Periksa hubungan antarkomponen. Cek paralelisme, pronomina, modifier, dan hubungan antarklausa.
- Periksa penanda khusus. Perhatikan tense, perbandingan, artikel, jumlah kata benda, dan pasangan preposisi.
- Gunakan eliminasi. Singkirkan bagian yang secara gramatikal sudah benar, lalu periksa kembali bagian yang tersisa.
Jangan lupa mengatur waktu. Pada TOEFL ITP Level 1, 40 soal Structure and Written Expression harus diselesaikan dalam 25 menit. Artinya, TNers memiliki rata-rata sekitar 37,5 detik per soal untuk seluruh bagian tersebut.
Untuk memperdalam pemahaman tentang kesalahan Written Expression TOEFL, TNers dapat mempelajari materi TOEFL ITP yang mencakup bagian-bagian tes dan materi pendukung persiapannya. TNers juga bisa merujuk pada panduan resmi TOEFL ITP dari ETS untuk memahami format ujian secara lebih lengkap.
Baca Juga: Belajar Soal TOEFL dan Pembahasan untuk Persiapan Tes! – Season1

Menguasai kesalahan Written Expression TOEFL membutuhkan lebih dari sekadar menghafal rumus grammar. TNers perlu memahami fungsi kata, struktur kalimat, hubungan antarkomponen, serta konteks penggunaannya. Dengan mengenali sepuluh pola kesalahan di atas dan rutin berlatih menggunakan soal, TNers dapat mengidentifikasi jebakan dengan lebih teliti dan mengelola waktu pengerjaan secara efektif.
Nah, supaya pemahaman grammar tidak berhenti pada teori, TNers bisa melanjutkan persiapan melalui Program Kursus TOEFL Offline Titik Nol English Course Medan. Program ini menawarkan pembelajaran dengan kurikulum terintegrasi, latihan materi Listening, Structure, dan Reading, tutor bersertifikasi internasional, serta pilihan durasi belajar dua minggu atau satu bulan. TNers juga bisa memilih kelas dengan camp atau tanpa camp sesuai kebutuhan.
Yuk, persiapkan TOEFL ITP bersama Titik Nol English Course Medan dan latih kemampuan grammar agar makin siap menghadapi soal ujian!
F.A.Q Seputar Kesalahan Written Expression TOEFL
TOEFL ITP tidak memiliki standar lulus atau gagal yang berlaku untuk semua peserta. Setiap universitas, perusahaan, atau lembaga dapat menetapkan skor minimum sesuai kebutuhannya. Karena itu, TNers perlu memeriksa persyaratan skor dari institusi tujuan.
TOEFL ITP Level 1 memiliki rentang skor total 310–677. Skor akhir diperoleh dari hasil tiga bagian tes, yaitu Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension.
Skor TOEFL ITP umumnya berlaku selama dua tahun. Setelah periode tersebut, institusi tujuan dapat meminta hasil tes terbaru untuk memastikan kemampuan bahasa Inggris peserta masih sesuai dengan persyaratan.
TOEFL ITP digunakan terutama oleh institusi untuk keperluan seperti penempatan kelas, evaluasi kemampuan, dan seleksi internal. Sementara itu, TOEFL iBT dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris dalam konteks akademik dan memiliki format tes tersendiri. Penerimaan kedua tes bergantung pada kebijakan institusi tujuan.
Bisa, jika program beasiswa atau universitas tujuan menerima TOEFL ITP sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris. Namun, tidak semua institusi menerima jenis tes yang sama. TNers perlu memeriksa persyaratan resmi program tujuan, termasuk jenis TOEFL dan skor minimum yang diminta.
