
Hai TNers! Pernah lihat soal TOEFL Writing Test terus langsung blank? Ide belum ketemu, waktu jalan terus, dan kamu bingung mau mulai dari kalimat yang mana. Kalau dibiarkan, kamu bisa menghabiskan separuh waktu hanya untuk mikir, padahal jawabannya belum tertulis sama sekali. Tenang, di panduan ini Minol bahas format tes, cara mengerjakan tiap tugas, pembagian waktu, sampai contoh jawaban dan template yang bisa langsung kamu pakai.
Baca juga: Tips Belajar TOEFL untuk Pemula yang Super Efektif
Apa Itu TOEFL Writing Test?
TOEFL Writing Test adalah bagian tes TOEFL iBT yang mengukur kemampuan menulis bahasa Inggris, mulai dari menyusun kalimat, menulis email, sampai menyampaikan opini secara tertulis. Sebagai catatan, TOEFL ITP yang sering dipakai untuk keperluan kampus di Indonesia tidak memiliki tugas menulis. Jadi pastikan dulu kamu ikut tes yang mana ya, TNers.
Apa Saja Tugas dan Durasi TOEFL Writing Test?
Sejak pembaruan Januari 2026, Writing terdiri dari tiga tugas menurut halaman resmi ETS:
| Tugas | Isi | Waktu |
|---|---|---|
| Build a Sentence | Menyusun kata acak menjadi kalimat yang benar (10 soal) | ±7 menit |
| Write an Email | Menulis email singkat sesuai skenario | 7 menit |
| Write for an Academic Discussion | Menulis opini dalam diskusi kelas | 10 menit |
Total waktunya sekitar 23 menit, jauh lebih singkat dari format lama.
Apakah TOEFL Writing Test Masih Berupa Essay?
Di TOEFL iBT, sudah tidak lagi berupa essay lima paragraf seperti dulu. Walaupun bentuknya berubah, prinsip essay tetap berguna. Struktur pendapat, alasan, contoh dipakai di Academic Discussion, dan kemampuan menyusun ide dengan runtut dipakai di email.
Bagaimana Sistem Penilaian TOEFL Writing Test?
Penilaian memakai skala 1,0 sampai 6,0 dengan kelipatan 0,5. Build a Sentence dinilai benar atau salah, sedangkan Email dan Academic Discussion dinilai dengan rubrik skala 0 sampai 5. Yang dilihat adalah grammar, pilihan kata, kejelasan ide, dan kesesuaian dengan tugas.
Bagaimana Cara Mengerjakan TOEFL Writing Test dengan Benar?
Kunci TOEFL Writing Test ada di empat hal: pahami tiga jenis tugasnya, atur waktu per tugas, tulis dengan struktur yang jelas (pendapat, alasan, contoh), dan pakai kalimat sederhana tapi benar. Kejelasan ide lebih penting daripada vocabulary yang rumit.
1. Cara Mengerjakan Build a Sentence (dengan Contoh)
Kamu akan diberi potongan kata yang harus disusun jadi satu kalimat utuh. Cari dulu subjek dan kata kerjanya, lalu cek posisi kata penghubung dan preposisi. Setelah tersusun, baca ulang kalimatnya. Kalau terdengar janggal, biasanya ada kata yang salah tempat.
Tugas ini paling “mekanis”, tapi justru gampang kehilangan poin kalau terburu-buru. Latihan grammar dasar seperti tenses, word order, dan penggunaan preposisi sangat membantu di sini.
Contoh:
Pertanyaan: When did the professor send the schedule? Potongan kata: the schedule / she / yesterday / sent / morning Susunan benar: She sent the schedule yesterday morning.
Cara memecahnya: she jadi subjek, sent jadi kata kerja (bentuk lampau, sesuai yesterday), the schedule jadi objek, lalu keterangan waktu yesterday morning di akhir.
2. Cara Menulis Email di TOEFL Writing Test (dengan Contoh)
Di tugas ini kamu membaca skenario singkat, misalnya meminta perpanjangan deadline tugas ke dosen, lalu menulis email yang sopan dan jelas. Gunakan pola sederhana berikut:
- Salam dan perkenalan singkat: Dear Professor Lee,
- Tujuan email: I am writing to ask about…
- Alasan dan detail: jelaskan situasimu dalam 2 sampai 3 kalimat
- Permintaan atau solusi: Would it be possible to…?
- Penutup: Thank you for your time. Best regards, [Nama]
Pastikan semua poin di skenario terjawab dan nadanya tetap sopan.
Contoh email lengkap untuk skenario meminta perpanjangan deadline karena laptop rusak:
Dear Professor Lee,
I am writing to ask about the deadline for the research paper. My laptop broke down two days ago, and I have not been able to finish the final section.
Would it be possible to extend the deadline until Friday? I have completed most of the paper and only need a little more time to finish it properly.
Thank you for your time and consideration.
Best regards, Rina
Perhatikan bahwa email ini pendek, sopan, dan menjawab semua poin: tujuan, alasan, dan permintaan.
3. Cara Menulis Academic Discussion (Pengganti Essay Opini)
Kamu diberi pertanyaan dari dosen dan beberapa komentar mahasiswa, lalu diminta menulis kontribusimu. Bagian ini paling mirip essay opini. Pola yang aman:
- Nyatakan pendapat dengan jelas di kalimat pertama
- Beri satu alasan utama
- Tambahkan contoh sederhana dari pengalaman atau situasi nyata
- Tutup dengan satu kalimat singkat yang menegaskan pendapatmu
Contoh:
In my opinion, online learning is more effective for most students. First, it allows them to study at their own pace. For example, when I did not understand a topic, I could replay the video until I got it. Therefore, I believe online learning gives students more control over their progress.
Template kalimat yang bisa kamu hafalkan: In my opinion, …, One reason is that …, For example, …, That is why I believe …
Baca juga: Tips Lulus Tes Toefl Dengan Skor 550+

Secara keseluruhan, panduan TOEFL Writing Test ini menunjukkan bahwa menulis dalam bahasa Inggris bisa dihadapi dengan lebih tenang dan percaya diri. Selama kamu memahami tesnya, tahu cara mengerjakan setiap tugas, dan rutin berlatih pelan-pelan, menuangkan ide akan terasa jauh lebih ringan dan hasil tulisanmu kian rapi. Jadi, jangan biarkan rasa bingung menahan kemampuan menulismu sendiri, TNers.
Nah, TNers yang ingin lebih siap menghadapi TOEFL Writing Test dan mendongkrak skor tesmu secara maksimal bisa mengikuti Program Kursus TOEFL Offline dari Titik Nol English Course Medan. Program ini membekalimu dengan strategi praktis menaklukkan soal TOEFL, bimbingan intensif dari tutor berpengalaman, serta simulasi tes untuk mematangkan persiapanmu. Pilihan belajarnya pun fleksibel dengan beragam opsi durasi, jadwal kelas, dan camp yang sudah termasuk placement test serta buku materi.
Yuk, siapkan dirimu dan raih skor TOEFL targetmu bareng Titik Nol English Course Medan!
F.A.Q Seputar TOEFL Writing Test
Menurut ETS, yang diuji adalah kemampuan mengorganisasi ide, memakai grammar dan vocabulary dengan akurat, serta menulis sesuai tujuan tugasnya, lewat tiga tugas: Build a Sentence, Write an Email, dan Write for an Academic Discussion.
Sekitar 23 menit untuk tiga tugas: Build a Sentence ±7 menit, Email 7 menit, dan Academic Discussion 10 menit.
Untuk TOEFL iBT versi terbaru, tidak. Prinsip essay tetap berguna, terutama di tugas Academic Discussion.
Tidak. TOEFL ITP hanya menguji Listening, Structure and Written Expression, dan Reading.
Untuk Academic Discussion, targetkan minimal sekitar 100 kata. Untuk email, tulis ringkas dan lengkap, lalu cek panduan resmi ETS untuk batas kata terbarunya.
Halo! Perkenalkan saya Oktaviana, sebagai SEO Content Writer di Titik Nol English Course.


