
Hai TNers! Pernah gak sih kamu bingung mau pakai just atau only saat bikin kalimat bahasa Inggris? Hal ini wajar, soalnya kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia, kedua kata ini sama-sama berarti “hanya”. Padahal, just dan only punya nuansa makna dan aturan penempatan yang berbeda dalam kalimat.
Baca Juga: Mengenal Ungkapan Asking and Offering Help dalam Bahasa Inggris
Berikut beberapa hal penting yang perlu kamu pahami soal perbedaan just dan only.
Just sering dipakai bareng present perfect tense buat menjelaskan sesuatu yang baru saja terjadi. Contohnya, “I’ve just finished my homework.” (Aku baru saja menyelesaikan PR-ku.) Fungsi ini gak dimiliki oleh only, jadi kalau kamu mau bilang sesuatu yang baru terjadi, just adalah pilihan yang tepat. Penggunaan ini paling sering muncul dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan informal.
Only dipakai untuk menunjukkan bahwa sesuatu adalah satu-satunya atau tidak ada yang lain selain itu. Contohnya, “She is the only person who understands me.” (Dia satu-satunya orang yang mengerti aku.) Kalau just lebih ke soal waktu, only lebih ke soal jumlah, jadi menunjukkan bahwa cuma ada satu hal atau orang saja. Kata ini bisa dipakai baik saat ngobrol santai maupun dalam situasi formal.
Dalam beberapa konteks, just dan only bisa saling menggantikan karena sama-sama berarti “hanya” atau “sekadar”. Contohnya, “It’s just a suggestion” dan “It’s only a suggestion” punya arti yang hampir sama, yaitu “ini hanya saran”. Meski begitu, just biasanya terdengar lebih santai, sementara only terkesan lebih formal dan tegas. Pemilihan kata ini tetap perlu disesuaikan dengan situasi bicaramu.
Penempatan just dan only dalam kalimat bisa memengaruhi makna yang ingin disampaikan. Just biasanya diletakkan sebelum kata kerja, sedangkan only lebih fleksibel dan bisa diletakkan sebelum subjek, kata kerja, maupun objek. Contohnya, “Only she can solve this problem” berarti hanya dia yang bisa menyelesaikan masalah ini, tapi kalau ditulis “She can only solve this problem”, artinya berubah jadi dia hanya bisa menyelesaikan masalah ini saja, bukan hal lain. Karena itu, penting memperhatikan letak only dalam kalimat supaya maknanya tetap sesuai maksudmu.
Selain berfungsi sebagai adverb, only juga bisa berfungsi sebagai adjective yang diletakkan sebelum kata benda. Contohnya, “That is the only solution I can give.” (Itu satu-satunya solusi yang bisa aku berikan.) Fungsi ini gak dimiliki oleh just, sehingga only punya cakupan penggunaan yang lebih luas dibanding just. Memahami perbedaan ini penting supaya kalimatmu tetap gramatikal dan sesuai konteks.
Baca Juga: Penggunaan Expressing Satisfaction and Dissatisfaction Beserta Contohnya
Memahami perbedaan just dan only sangat penting supaya kamu bisa menyusun kalimat bahasa Inggris dengan makna yang tepat dan tidak ambigu. Dari fungsi just yang menekankan sesuatu yang baru terjadi, hingga only yang menunjukkan eksklusivitas, keduanya punya aturan penempatan yang perlu diperhatikan. Semakin sering dipraktikkan, semakin terbiasa pula kamu membedakan penggunaan kedua kata ini. Yuk, mulai latih pemakaian just dan only dari sekarang biar grammar bahasa Inggrismu makin solid.
Masih sering salah saat menggunakan just dan only? Kamu bisa gabung Program Kursus Bahasa Inggris Offline dari Titik Nol English Course Medan. Tidak perlu khawatir lagi karena kamu akan dibimbing oleh tutor bersertifikasi internasional yang bakal bikin materi grammar apapun jadi gampang dipahami.
Gak perlu asal tebak lagi kapan pakai just atau only. Yuk, daftar sekarang juga agar kamu mahir grammar lebih cepat!

SEO Content Writer
Hi! I am an aspiring SEO Content Writer, informative, and SEO-friendly content.
Chat Admin